Selasa, 5 Mei 2026

IHSG dan Rupiah Anjlok, Purbaya: Resesi Saja Belum, Ekonomi Masih Ekspansi

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa buka suara perihal anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan turunnya IHSG.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan.
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, pelemahan nilai tukar rupiah dan IHSG berdasarkan pandangan negatif dari ekonom mengenai ekonomi Indonesia tak sesuai kondisi yang ada.
  • Purbaya menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tidak mengalami resesi. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara perihal anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Purbaya menyebut, pelemahan nilai tukar rupiah dan IHSG berdasarkan pandangan negatif dari ekonom mengenai ekonomi Indonesia tak sesuai kondisi yang ada.

"Rupiah 17.000, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah mulai resesi, seperti 1998 lagi ya gitulah daya beli sudah hancur. Tidak seperti itu," ucap Purbaya setelah meninjau pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Ia menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tidak mengalami resesi. Justru sebaliknya, ekonomi Indonesia sedang berekspansi dan berakselerasi.

"Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian dan boro-boro krisis. Jangankan krisis, resesi saja belum, melambatnya saja belum, kita masih ekspansi, masih akselerasi," tuturnya. 

Oleh karena itu, Purbaya menyatakan bahwa investor tak perlu khawatir karena pemerintah menjaga fondasi ekonomi Indonesia dengan baik.

Menurutnya, pemerintah sudah berpengalaman menangani sejumlah krisis ekonomi yang pernah terjadi.

"Kita sudah tahu krisis 1998 apa penyebabnya. Kita terapkan di 2008-2009 ketika global jatuh kita tumbuh bagus kan. 2020 kita jaga juga ekonominya dengan kebijakan yang pas. Jadi teman-teman enggak usah takut," ungkapnya.

Rupiah dan IHSG Melemah

Diberitakan sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka melemah di pasar spot pada pembukaan perdagangan hari ini dan dibuka di posisi Rp17.019 per dolar AS pada Senin pagi.

Posisi rupiah sudah melemah 0,56 persen jika dibanding penutupan perdagangan pada Jumat (6/3/2026) di posisi Rp 16.925 per dolar AS.

Pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang Asia lainnya, seperti peso Filipina, won Korea Selatan dan dolar Singapura hingga ringgit Malaysia.

Baca juga: Menkeu Purbaya Sebut Anggaran MBG Tak Akan Dipotong: Kecuali yang Enggak Produktif

Pada pukul 09.00 WIB, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah merosot 1,11 persen dan baht Thailand melemah 0,9 persen.

Nilai tukar won Korea Selatan pagi ini melemah 0,89 persen, dolar Taiwan melemah 0,59 persen serta yen Jepang terkoreksi 0,57 persen.

Mata uang dolar Singapura dan ringgit Malaysia juga melemah masing-masing 0,51 persen dan 0,5 persen serta yuan China melemah 0,3 persen.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved