Selasa, 2 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Cerita Mahasiswi Asal Aceh Nekat Bertahan di Teheran Iran, Dentuman Rudal Jadi 'Makanan Sehari-hari'

Laini nekat bertahan di Teheran dan menolak ikut evakuasi tahap pertama yang digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Tayang: | Diperbarui:

Ringkasan Berita:
  • Laini Misra nekat bertahan di Teheran kendati kota itu kerap digempur rudal.
  • Laini menolak ikut evakuasi tahap pertama yang digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
  • Dia mengaku kerap mendengar ledakan dari arah timur, barat, hingga utara Teheran.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel terus memanas. Serangan rudal dilaporkan terus menghantam ibu kota Teheran setiap harinya.

Di tengah situasi yang mencekam tersebut, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh, Laini Misra memilih keputusan berani.

 

Ia nekat bertahan di Teheran dan menolak ikut evakuasi tahap pertama yang digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Laini yang tercatat sebagai mahasiswi Magister Hukum Pidana dan Kriminologi di Ahlul Bayt International University, Teheran, memiliki alasan kuat di balik keputusannya tersebut.

Hal itu diungkapkannya saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Senin (9/3/2026) malam.

 

GEMPUR IRAN - Jet-jet tempur Israel berangkat untuk menggempur Iran. Israel kini memasuki operasi milite rfase dua yang menargetkan sejumlah fasilitas penting, seperti pabrik senjata dan nuklir Iran.
GEMPUR IRAN - Jet-jet tempur Israel berangkat untuk menggempur Iran. Israel kini memasuki operasi milite rfase dua yang menargetkan sejumlah fasilitas penting, seperti pabrik senjata dan nuklir Iran. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

 

"Saya sendiri memilih tidak ikut evakuasi karena untuk urusan kampus hingga saat ini saya belum selesai. Insyaallah sekitaran empat bulan lagi saya usahakan akan selesai semuanya (tesis)," kata Laini.

Laini pun menceritakan, dentuman rudal dan bunyi sirene bahaya kini menjadi 'makanan sehari-hari'. 

Bahkan, ia kerap mendengar ledakan dari arah timur, barat, hingga utara Teheran.

Meski diselimuti rasa was-was, Laini merasa aman karena tempat tinggalnya hanya berjarak sekitar 3 menit berjalan kaki dari Gedung KBRI Teheran

Selain itu, otoritas setempat juga telah memfungsikan stasiun kereta bawah tanah (Metro) sebagai bungker perlindungan dari serangan udara.

"Beberapa tempat bungker telah disediakan yaitu di tempat metro-metro, kereta bawah tanah. Itu sudah diumumkan bahwasanya aman untuk ditinggali dari pengeboman," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, saat ini terdapat sekitar 300 WNI yang berada di Iran

KBRI Teheran sendiri telah berhasil mengevakuasi sekitar 32 WNI keluar dari wilayah konflik tersebut dua hari yang lalu. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved