Kamis, 21 Mei 2026

Mendes Yandri Minta Anak Buahnya Jangan Bikin Gaduh: Saya Terbuka Jika Ada Kritik 

Yandri meminta seluruh jajarannya untuk tidak membuat kegaduhan sendiri dan menafsirkan masalah secara sepihak.

Tayang:
Tribunnews.com/Fersianus Waku
MENDES PDT - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, saat menyampaikan sambutan dalam acara Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim di Kantor Kementerian Desa dan PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026). (Fersianus Waku) 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, meminta jajarannya untuk tidak membuat kegaduhan internal maupun menafsirkan masalah secara sepihak. 
  • Yandri menekankan pentingnya komunikasi yang baik dalam menyelesaikan persoalan serta menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik dan saran. 
  • Ia mengingatkan bahwa aparatur kementerian adalah orang-orang yang diberi amanah melayani masyarakat, sehingga harus menjaga profesionalisme dan fokus pada tugas pelayanan publik.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, meminta seluruh jajarannya untuk tidak membuat kegaduhan sendiri dan menafsirkan masalah secara sepihak di internal kementerian

Hal tersebut disampaikan Yandri dalam acara Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim di Kantor Kementerian Desa dan PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta agar setiap persoalan diselesaikan lewat komunikasi yang baik.

"Kalau ada masalah kita selesaikan. Jangan buat gaduh sendiri, jangan mengolah-olah sendiri, jangan menafsirkan sendiri," kata Yandri dalam sambutannya. 

Yandri menekankan bahwa dirinya adalah sosok yang sangat terbuka terhadap masukan dan kritikan.

"Saya terbuka orangnya ya. Kalau ada kritik saran saya terbuka ya. Apa yang kurang ayo kita lengkapi, apa yang sudah bagus kita pertahankan, apa yang kira-kira masih perlu kita perbaiki ayo kita perbaiki," ujarnya. 

Lebih lanjut, Yandri mengingatkan bahwa seluruh aparatur di kementerian adalah orang-orang yang diberi amanah terhormat untuk melayani masyarakat. 

"Oleh karena itu kepedulian, kesadaran, kekompakan, kolaborasi itu kata kunci," ungkapnya. 

Menurut dia, kekompakan internal penting untuk mewujudkan Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa dan dari bawah guna mencapai pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan menuju Indonesia Emas 2045.

10 Ribu Desa Tertinggal

Yandri mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sekitar 10.000 desa dengan status tertinggal di seluruh wilayah Indonesia. 

Yandri memaparkan, dari total 75.266 desa di Indonesia, hanya 20.000 yang berstatus desa mandiri. 

"Kita tahu bapak-ibu jumlah desa ini banyak 75.266. Desa mandirinya sudah 20.000 lebih Pak Robert Rouw. Desa berkembang, desa maju itu hampir 40.000, tetapi masih ada 10.000 yang desa tertinggal," kata Yandri dalam sambutannya. 

Menurut dia, kondisi warga yang mendiami belasan ribu desa tertinggal tersebut masih sangat memprihatinkan. Beberapa wilayah bahkan belum tersentuh infrastruktur dasar.

"Listrik saja mereka belum punya, ekonomi masih sulit, pendidikan belum terlalu tinggi."

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved