Rabu, 3 Juni 2026

Ibadah Haji 2026

Pemerintah Didorong Tempuh Diplomasi Lewat OKI demi Kelancaran Pelaksanaan Haji 2026

Pemerintah diminta segera memaksimalkan jalur diplomasi luar negeri, termasuk melalui forum negara-negara Islam, guna memastikan haji 2026 aman.

Tayang:
HO/IST
JALUR DIPLOMASI - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Muhamad Abdul Azis Sefudin, mendorong pemerintah segera memaksimalkan jalur diplomasi luar negeri, termasuk melalui forum negara-negara Islam, guna memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan aman dan lancar. 

Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDIP, Muhamad Abdul Azis Sefudin, mendorong pemerintah segera memaksimalkan jalur diplomasi luar negeri, termasuk melalui forum negara-negara Islam, untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan aman dan lancar.
  • Dorongan ini muncul karena adanya eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu penyelenggaraan ibadah haji.
  • Azis menekankan pentingnya peran forum negara-negara Islam.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Muhamad Abdul Azis Sefudin, mendorong pemerintah segera memaksimalkan jalur diplomasi luar negeri, termasuk melalui forum negara-negara Islam, guna memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan aman dan lancar.

Dorongan tersebut muncul seiring adanya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji.

"Saya juga mendorong pemerintah untuk segera melakukan diplomasi luar negeri. Kita tahu bahwa haji ini bukan hanya Indonesia yang melaksanakan ibadah haji, tetapi seluruh umat Islam di dunia,” kata Azis kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

Menurut Azis, forum negara-negara Islam perlu memainkan peran lebih aktif dalam menjaga stabilitas kawasan menjelang musim haji

Ia menilai negara-negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OKI) memiliki kepentingan yang sama untuk memastikan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah tetap kondusif selama musim haji berlangsung.

"Saya mendorong adanya upaya mediasi atau dorongan perdamaian melalui jalur Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI,” ujar Azis.

OKI adalah singkatan dari Organisation of Islamic Cooperation atau dalam bahasa Indonesia disebut Organisasi Kerja Sama Islam.

Organisasi ini merupakan wadah kerja sama antar negara-negara Islam di dunia, didirikan pada tahun 1969, dengan tujuan utama memperkuat solidaritas umat Islam, melindungi kepentingan mereka, serta mendorong perdamaian dan pembangunan di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Azis berharap diplomasi kolektif negara-negara Islam dapat membuka ruang dialog dan menghasilkan titik temu perdamaian di kawasan konflik.

“Negara-negara muslim yang akan melaksanakan ibadah haji perlu mendorong adanya titik temu perdamaian. Dengan begitu, semua negara anggota OKI dapat memastikan warganya bisa melaksanakan ibadah haji tahun ini dengan baik dan lancar," tuturnya. 

Selain diplomasi internasional, Azis juga menegaskan pentingnya pemerintah menyiapkan langkah mitigasi terhadap kemungkinan terburuk apabila eskalasi konflik meningkat menjelang musim haji

Ia menegaskan keselamatan jamaah Indonesia tetap harus menjadi prioritas utama.

“Pada prinsipnya, yang paling utama tetap keselamatan jamaah. Diplomasi harus ditempuh, mitigasi harus disiapkan, sehingga warga negara kita yang akan melaksanakan ibadah haji bisa berangkat dan menjalankan ibadah dengan aman," imbuhnya. 

Apa kaitan perang Iran Vs Israel-AS dengan pelaksanaan Ibadah Haji?

Gangguan Jalur Penerbangan

  • Konflik Iran berpotensi menutup atau membatasi ruang udara di kawasan Timur Tengah.
  • Pemerintah menyiapkan opsi pengalihan rute penerbangan yang lebih jauh, meski berimplikasi pada biaya perjalanan yang meningkat. 
Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved