AI jadi Medan Baru Keamanan Siber, Ancaman Digital Kian Kompleks
Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai semakin mengubah lanskap keamanan siber global.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Era baru keamanan siber di Indonesia resmi dimulai.
Alfa Siber Teknologi secara strategis mengumumkan penunjukan Ivon Susan sebagai Direktur perusahaan dalam acara Partner Gathering & Iftar yang digelar di Mercure Hotel Jakarta, Gatot Subroto.
Penunjukan ini menandai transformasi pada model operasional dan arah strategis perusahaan ke depan.
Sebagai mantan Principal di Stellar Cyber, kepemimpinan Ivon Susan membawa visi ganda: "Partner-First, Growth-Centric", sebuah strategi yang menempatkan perlindungan kepentingan mitra sebagai prioritas utama guna memulihkan kepercayaan ekosistem (Partner-First), sekaligus membekali para mitra dengan kapabilitas teknologi untuk mengakselerasi skala bisnis dan profitabilitas secara masif (Growth-Centric).
“Fokus kami kini adalah akselerasi. Kami hadir bukan sekadar distributor konvensional, melainkan sebagai mitra strategis yang memahami 'bahasa' Principal sekaligus kebutuhan riil di lapangan. Kami berkomitmen memulihkan kepercayaan mitra melalui dukungan operasional yang lebih personal, transparan, dan jauh lebih terukur dibandingkan sebelumnya,” kata Ivon Susan.
Kesiapan Menghadapi Ancaman Keamanan Siber Berbasis AI (Artificial Intelligence)
Menjawab tantangan kejahatan siber berbasis AI yang kian kompleks, Alfa Siber Teknologi memperkuat infrastruktur Security Operations Center (SOC) melalui aliansi global dengan tiga raksasa teknologi: Picus Security, Admin By Request, dan 1Kosmos.
Integrasi ini melengkapi platform Open XDR dari Stellar Cyber, menciptakan sistem pertahanan Autonomous Security yang mampu mendeteksi, memvalidasi, dan merespons ancaman otomatis secara real-time.
“AI bukan lagi sekadar tren, melainkan medan tempur baru. Di bawah manajemen baru, Alfa Siber Teknologi kini lebih siap mengawal kedaulatan digital Indonesia melalui teknologi yang lebih cerdas dan adaptif. Kami tidak hanya mengejar pertumbuhan, tapi kami memastikan setiap mitra tumbuh bersama kami dalam ekosistem pertahanan siber masa depan,” kata Ivon Susan.
Melalui kepemimpinan baru dan ekosistem AI yang komprehensif, Alfa Siber Teknologi optimis dapat mendominasi pasar keamanan siber nasional, memperkuat postur pertahanan digital baik di sektor pemerintahan maupun korporasi besar di Indonesia.
Alfa Siber Teknologi adalah distributor nilai tambah (Value Added Distributor) terkemuka di Indonesia yang fokus pada solusi keamanan digital mutakhir, deteksi ancaman berbasis AI (Threat Detection), serta manajemen identitas modern.
Sebagai jembatan antara vendor teknologi global dan pasar lokal, Alfa Siber berkomitmen menghadirkan solusi keamanan yang adaptif dan berorientasi pada pertumbuhan mitra. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/penghargaan-PVA.jpg)