Solidaritas Umat Surati Keuskupan Bogor, Dorong Dialog Terbuka Pasca Pengunduran Diri Mgr Paskalis
Solidaritas Umat menyurati Keuskupan Bogor untuk mendorong penyikapan yang adil, transparan terkait pengunduran diri Paskalis Bruno Syukur.
Surat tersebut ditandatangani oleh sekitar 50 umat Katolik dari berbagai paroki di Keuskupan Bogor.
Beberapa di antaranya merupakan tokoh masyarakat, seperti:
- Tomi Aryanto
- Alexander Philiph
- Agustinus Bandur
- Leonardus DaSilva
- Gandung Suhardono
- Laurentius Baskara, aktivis Orang Muda Katolik
Sejumlah tokoh perempuan juga turut menandatangani surat tersebut, antara lain:
- Ermelina Singereta (lawyer dan aktivis HAM diaspora)
- Angela Clark Fidela (Paroki St. Paulus Depok)
- Erika Agatha (Paroki St. Matheus Depok)
- Angelika Widiastuti (Paroki Keluarga Kudus Cibinong)
- Veronica Mahal (Paroki St. Vincentius A Paulo Gunung Putri)
- Yovita Masri (Paroki Keluarga Kudus Cibinong)
Tokoh lain yang turut berpartisipasi antara lain:
- Dr. Siprianus Edi Hardum
- Frans Asisi Datang
- Justinus Robby Sodo (Ketua Keluarga Manggarai Bogor)
- Isaac Frigy De Qurino (Ketua Presidium PMKRI Cabang Bogor)
- Andrew Leo Wijaya (Ketua Komisariat IPB University PMKRI Cabang Bogor)
Melalui surat ini, Solidaritas Umat berharap Mgr. Christophorus Tri Harsono dapat meluangkan waktu untuk beraudiensi guna membahas langkah-langkah konkret menindaklanjuti berbagai harapan tersebut.
Mgr. Paskalis Mundur
Mgr. Paskalis Bruno Syukur mengundurkan diri sebagai Uskup Bogor dan memasuki masa emeritus pada 19 Januari 2026.
Emeritus adalah istilah yang berasal dari bahasa Latin yang berarti telah menyelesaikan tugasnya atau telah pensiun.
Mundurnya Mgr. Syukur sebagai Uskup Bogor karena masa pensiun, telah diterima Paus Leo XIV, baru-baru ini.
Dilansir Keuskupan Bogor, Takhta Suci Vatikan secara resmi menunjuk Mgr. Christophorus Tri Harsono sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Bogor, setelah Mgr. Syukur mundur.
Menolak Jadi Kardinal
Pada 6 Oktober 2024, nama Mgr. Paskalis Bruno Syukur masuk dalam jajaran 21 kardinal baru.
Hal ini diumumkan langsung oleh Paus Leo XIV setelah doa Angelus di Vatikan.
Paus mengatakan Konsistori kardinal baru akan diadakan pada Hari Raya Maria Dikandung tanpa Noda.
Tetapi, pada 23 Oktober 2024, Mgr. Syukur mengajukan permohonan kepada Paus Leo XIV agar namanya tidak dimasukkan dalam daftar kardinal baru.
Permohonan tersebut telah diterima oleh Paus Leo XIV.
Dikutip dari Vatican News, Mgr. Syukur menolak menjadi kardinal dengan alasan ingin melanjutkan pengabdiannya dalam pelayanan kepada gereja dan umat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Mgr-Paskalis-Bruno-Syukur-1.jpg)