Sabtu, 18 April 2026

Disiram Air Keras, Andrie Yunus KontraS Alami Luka Bakar 24 Persen

Luka bakar Andrie Yunus KontraS disebut mencapai 24 persen setelah mengalami serangan penyiraman air keras di wilayah Salemba, Jakarta.

Tribunnews.com/ Rahmat W Nugraha
KRITIK PERKAP - Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus ditemui pada acara Aksi Kamisan, Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2025). Andrie Yunus menjadi korban serangan penyiraman air keras di Salemba, Kamis (12/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Andrie Yunus disiram air keras oleh OTK di Salemba, mengalami luka bakar 24 persen.
  • Serangan terjadi usai rekaman podcast di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia mengenai isu remiliterisme dan judicial review.
  • Polisi dari Polda Metro Jaya menyelidiki pelaku dan motif serangan terhadap aktivis HAM tersebut.

 

TRIBUNNEWS.COM - Luka bakar Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus akibat serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) disebut mencapai 24 persen.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya mengungkapkan Andrie Yunus mengalami luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.

Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus selesai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang rampung pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB.

"Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," ungkap Dimas melalui keterangan tertulisnya, Jumat.

Upaya Pembungkaman

KontraS menilai tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM.

"Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil," ungkap Dimas.

KontraS juga meminta aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.

"Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia," pungkasnya.

Baca juga: Kompolnas: Kekerasan Terhadap Aktivis KontraS Ancaman Serius Demokrasi, Negara Tak Boleh Kalah

Polisi Usut

Polres Metro Jakarta Pusat langsung turun tangan untuk mengusut kasus dugaan penyiraman air keras kepada Andrie Yunus.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman atas peristiwa tersebut.

"Kami membenarkan adanya peristiwa dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang korban di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Saat ini korban telah mendapatkan penanganan medis di RSCM," kata Budi dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Adapun Budi menjelaskan kronologi kejadian dari hasil penyelidikan sementara yakni bermula saat korban mengendarai sepeda motor di lokasi.

Kemudian, tiba-tiba diduga disiram cairan oleh orang tak dikenal dari arah depan hingga terjatuh.

Usai kejadian, korban sempat meminta bantuan rekannya berinisial RFA (30) untuk dibawa ke rumah sakit. Korban kemudian diantar ke IGD RSCM untuk mendapatkan perawatan medis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved