Ramadan 2026
Buka Bersama di KWI, Shinta Nuriyah Bicara 3 Makna Bencana bagi Manusia
Shinta Nuriyah gelar acara buka bersama di KWI, Menteng, Jumat (13/3/2026) dia bicara soal berbagai bencana kepada manusia mengandung 3 makna.
Ringkasan Berita:
- Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid gelar acara buka bersama di Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI) di Aula Henri Soetio Gedung KWI Jl. Cut Mutiah 10, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/03/2026).
- Dalam kesempatan itu, Shinta Nuriyah turut menyampaikan Tausiyah Ramadan.
- Dia menjelaskan berbagai bencana yang diturunkan oleh Allah kepada manusia mengandung tiga makna.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid gelar acara buka bersama di Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI) di Aula Henri Soetio Gedung KWI Jl. Cut Mutiah 10, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/03/2026).
Dalam kesempatan itu, Shinta Nuriyah turut menyampaikan Tausiyah Ramadan.
Dia menjelaskan berbagai bencana yang diturunkan oleh Allah kepada manusia mengandung tiga makna.
Pertama, bencana tersebut merupakan peringatan dari Allah.
Kedua, bencana tersebut merupakan ujian dari Allah.
Dan, yang ketiga, bencana sebagai hukuman dari Allah.
“Karena bencana yang diturunkan Allah merupakan peringatan maka mari kita bersama-sama mohon petunjuk dari Allah agar kita diberi ketajaman mata, ketajaman pikiran, ketajaman otak agar kita bisa memahani peringatan apa yang telah diturunkan Allah kepada kita,” tuturnya.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Selanjutnya, sambung Shinta Nuriyah, jika bencana itu merupakan ujian dari Allah, kita harus memohon bisa menjalani ujian dengan baik-baiknya.
“Marilah kita mohon kepada Allah agar kita bisa menjalani ujian itu dengan sebaik-baiknya. Kalau lulus ya lolos. Tidak ada manusia yang tidak mengalami ujian, semuanya pasti mengalami ujian, dan yang lulus ujian pasti akan naik derajatnya,” tandasnya.
Sedangkan yang ketiga, apabila bencana itu merupakan hukuman dari Allah.
“MasyaAllah, marilah kita semua bertobat kepada Allah. Kita harus meningkatkan iman taqwa dan minta kepada Allah agar hukuman yang diturunkan kepada kita segera diangkat oleh Allah sehingga kita bisa hidup lagi dengan tenang dan bahagia,” jelas Ibu Shinta.
Lebih jauh istri mendiang Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur ini mengatakan keprihatinannya karena keadaan bencana diperparah dengan adanya goncangan-goncangan lainnya.
“Para pengampu hukum, para pengampu negara dan sebagainya banyak melakukan perbuatan atau tindakan yang justru meresahkan rakyat dan membuat rakyat lebih menderita,” ujarnya.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Kota Madiun Jawa Timur Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Oleh karena itu Shinta Nuriyah mengingatkan dan mengajak masyarakat pada momen bulan suci Ramadan ini untuk memohon pertolongan dari Allah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Shinta-Nuriyah-Abdurrahman-Wahid-istri-gusdur-buka-puasa-bersama.jpg)