Mudik Lebaran 2026
Krisis BBM, Harga Tiket Mudik Singapura-Batam via Kapal Feri Melonjak Tajam
Batam Fast mengungkapkan bahwa biaya bahan bakar telah naik tiga kali lipat sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu,
Ringkasan Berita:
- Imbas konflik Iran dengan AS-Israel, operator feri Singapura-Batam mulai terapkan biaya tambahan bahan bakar sebesar Rp70 ribu dan merencanakan kenaikan tiket bertahap hingga 30 persen
- Untuk menekan biaya operasional yang membengkak tiga kali lipat, operator memangkas layanan hingga 40 persen dan melakukan konsolidasi penumpang antar-perusahaan jika kuota keberangkatan tidak terpenuhi
- Layanan bus lintas batas Singapura-Malaysia juga turut terdampak akibat kenaikan harga diesel sebesar 30 persen
TRIBUNNEWS.COM - Rencana mudik lebaran bagi warga Indonesia di Singapura terancam bakal lebih menguras kantong untuk tahun ini.
Hal ini terjadi akibat ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang kini dampaknya mulai terasa hingga ke Pelabuhan Harbourfront, Singapura.
Dampak dari perang tersebut, mulai terlihat dari harga tiket feri rute Singapura-Batam merangkak naik menyusul kebijakan operator yang mulai menerapkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) akibat krisis energi global.
Kondisi ini menjadi pukulan telak mengingat periode perayaan Hari Raya Idulfitri kali ini jatuh bertepatan dengan masa libur sekolah di Singapura pada bulan Maret.
Para operator feri di Singapura pun memperingatkan bahwa beberapa minggu ke depan akan menjadi masa kritis bagi sektor pariwisata.
Beberapa operator feri pun telah memangkas layanan mereka hingga 40 persen demi menekan biaya operasional yang membengkak.
Sejak Kamis (12/3/2026), sejumlah operator feri rute Singapura-Batam telah memberlakukan biaya tambahan bahan bakar sebesar 6 dolar Singapura atau sekitar Rp70 ribu.
Salah satu operator besar, Batam Fast, mengungkapkan bahwa biaya bahan bakar telah naik tiga kali lipat sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu, saat Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran.
Kondisi ini memaksa perusahaan membatalkan sekitar dua jadwal perjalanan per hari jika jumlah penumpang terlalu sedikit.
"Langkah terbaik yang bisa kami lakukan adalah melakukan konsolidasi. Jika jumlah penumpang rendah, kami akan menawarkan mereka untuk ikut jadwal berikutnya atau memindahkan mereka ke jadwal mitra operator lain," ujar General Manager Operasi Feri Batam Fast, Chua Choon Leng seperti yang dikutip dari CNA.
Selain Batam Fast, Marina South Ferries juga berencana menaikkan harga tiket sebesar 20 hingga 30 persen secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan.
Bahkan, tarif untuk perjalanan sewa pribadi atau private charter terpantau sudah naik hingga 30 persen.
Baca juga: Anggota DPRD Jember Dikeroyok Saat Kejar Truk Pengangkut BBM Ilegal, Mobil Nyaris Jatuh ke Sungai
Layanan Bus Lintas Negara Ikut Terdampak
Kenaikan harga BBM tidak hanya menghantam sektor maritim, tetapi juga bus lintas batas antara Singapura dan Malaysia.
Biaya bahan bakar diesel dilaporkan meningkat sekitar 30 persen sejak awal konflik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-pelabuhan-batam-centre.jpg)