Aktivis KontraS Disiram Air Keras
Edi Hasibuan Sorot Penggunaan Air Keras Dalam Teror Terhadap Aktivis KontraS: Simbol Balas Dendam
Pakar Hukum Kepolisian dan Kriminologi Universitas Bhayangkara Jakarta Dr Edi Hasibuan menduga tindakan penyiraman air keras terhadap Andry Yunus
Ringkasan Berita:
- Pelaku teror terhadap aktivis KontraS diduga sengaja pakai air keras agar korbannya menderita
- Penggunaan air keras dalam teror terhadap aktivis KontraS dinilai sebagai simbol balas dendam ekstrem karena menimbulkan cacat permanen dan memberi dampak penderitaan panjang terhadap korbannya
- Pelibatan tim independen dalam pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS patut dipertimbangkan
TRIBUNNEWS.COM, JAKATA - Pakar Hukum Kepolisian dan Kriminologi Universitas Bhayangkara Jakarta Dr Edi Hasibuan menduga tindakan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andry Yunus bukan bertujuan untuk mematikan, tetapi untuk membuat korbannya menderita.
Menurut Edi Hasibuan dari sudut viktimologi (studi tentang korban kejahatan), alasan pengunaan air keras pada umumnya tujuannya bukan untuk mematikan tapi membuat luka fisik permanen yang panjang.
"Saya melihat tindakan pelaku justru dinilai lebih sadis. Karena dampaknya korban akan mengalami trauma fisikologi berat," ucap Edi Hasibuan di Jakarta, Selasa (17/8/2026).
Menurut dia, kasus penyiraman air keras terhadap Andry Yunus bisa dikategorikan violen crimes (kejahatan kekerasan) karena dampaknya menimbulkan viktimisasi tinggi.
"Penggunaan air keras adalah bentuk simbol balas dendam yang ekstrem karena menimbulkan cacat permanen dan memberi dampak penderitaan panjang," ucap Dosen Kriminologi dan Viktimologi ini.
Jejak Digital Jadi Petunjuk
Terkait penanganan kasus yang dilakukan Polda Metro Jaya, saat ini sebanyak 86 titik CCTV telah diteliti. Beberapa di antaranya terdeteksi wajah pelaku dengan gambar terlihat agak jelas.
Namun, wajah ini berbeda jauh dengan wajah produk AI yang diduga disebar komplotan pelaku yang diduga terlatih.
Gambar wajah pelaku saat ini tengah disempurnakan pihak kepolisian menggunakan teknologi, agar wajahnya terlihat sempurna sesuai dengan wajah asli pelaku.
"Kami melihat ada upaya dari kelompok terlatih ini menyebar foto hasil AI untuk tujuan menyesatkan. Kejanggalan ini sudah terdeteksi penyidik kepolisian," ujar penulis buku tentang hukum kepolisian dan kriminologi ini.
Edi Hasibuan menilai apa yang dilakukan pelaku justru akan memudahkan penyidik Polri mendeteksi siapa sebenarnya dalang di balik penyiraman air keras terhadap Andry Yunus.
Menurut anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini, setiap bukti digital tidak akan hilang dan akan memberikan petunjuk bagi polisi untuk mengusut pelaku sebenarnya
"Harus dipahami, teori kriminologi menyebutkan tidak ada kejahatan yang sempurna, sepintar apapun pelakunya dia pasti meninggalkan jejak," ujarnya.
Atas berbagai temuan dan kejanggalan yang dikantongi pihak kepolisian, Edi Hasibun optimistis kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini akan segera terungkap.
"Kami meyakini penyidik Polda Metro Jaya sangat profesional. Kita yakin Polisi sudah menemukan titik terang," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/edi-hasibuan-lemkapi-1.jpg)