Senin, 13 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Sebut Hujan Lebat hingga Panas Terik Mengintai saat Mudik Lebaran

Pada arus mudik tahun ini, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
MUDIK 2026 - Kendaraan melaju di Tol Trans Jawa Semarang-Solo KM 439A dan B, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/3/2026). Pada H-5 Lebaran, arus kendaraan dari arah Jakarta dan Jawa Barat yang melalui Tol Trans Jawa Semarang-Solo ruas Bawen, Kabupaten Semarang menuju sejumlah wilayah di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur maupun sebaliknya hingga Selasa (17/3) pukul 15;00 WIB terpantau lengang. Pada arus mudik tahun ini, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Ringkasan Berita:
  • BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan panas terik menjelang mudik Lebaran 2026.
  • Fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation dan gelombang ekuatorial meningkatkan peluang hujan intens di wilayah Indonesia tengah hingga timur.
  • Pemudik diimbau waspada terhadap hujan lebat, angin kencang, dan suhu tinggi yang dapat mengganggu keselamatan perjalanan.

TRIBUNNEWS.COM - Mudik Lebaran merupakan momen penting yang selalu dinantikan oleh masyarakat Indonesia setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

Pada masa ini, arus perjalanan meningkat drastis karena banyak orang pulang ke daerah asal untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga dan kerabat. 

Lonjakan mobilitas tersebut membuat berbagai faktor keselamatan perjalanan perlu diperhatikan, termasuk kondisi cuaca yang dapat memengaruhi kelancaran perjalanan para pemudik di berbagai jalur transportasi.

Pada arus mudik tahun ini, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi selama periode mudik lebaran.

Kondisi cuaca yang diperkirakan terjadi cukup beragam, mulai dari hujan lebat hingga suhu udara yang cukup panas di sejumlah wilayah Indonesia.

Intensitas Hujan Masih Tinggi di Beberapa Wilayah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mencatat bahwa pada periode 12–15 Maret 2026, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat. 

Curah hujan tertinggi terpantau di beberapa daerah seperti Sulawesi Tengah, Aceh, Sumatra Utara, Papua Selatan, Kalimantan Utara, hingga Jawa Timur, dengan angka yang cukup signifikan.

Tingginya curah hujan ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global, khususnya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) serta gelombang ekuatorial seperti Rossby dan Kelvin. 

Kombinasi fenomena tersebut meningkatkan aktivitas konveksi di atmosfer, yang pada akhirnya memicu pertumbuhan awan hujan secara intens, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur, dikutip dari laman bmkg.go.id.

Selain itu, perlambatan angin yang terjadi di sejumlah wilayah seperti Kalimantan, Jawa, dan sebagian Sulawesi turut memperkuat proses pengangkatan massa udara. 

Baca juga: 3 Cara Mudah Cek Cuaca Jalur Mudik Lebaran 2026 dari BMKG, Bisa Pantau Rute Perjalanan

Kondisi ini memperbesar peluang terbentuknya awan hujan yang lebih tebal dan berdampak pada peningkatan intensitas curah hujan.

Panas Terik di Sejumlah Wilayah

Di sisi lain, cuaca panas juga terpantau cukup dominan di beberapa daerah. 

Suhu udara di sejumlah wilayah bahkan mencapai lebih dari 35 derajat Celsius, seperti di Jawa Barat, Kalimantan, dan Banten.

Fenomena ini terjadi karena distribusi hujan yang lebih banyak bergeser ke wilayah Indonesia bagian timur, sehingga wilayah lain mengalami tutupan awan yang lebih sedikit. 

Akibatnya, radiasi matahari dapat diterima secara maksimal oleh permukaan bumi. Kondisi ini diperkuat oleh anomali OLR positif yang menandakan minimnya pembentukan awan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved