Selasa, 2 Juni 2026

Mudik Lebaran 2026

Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Sebut Hujan Lebat hingga Panas Terik Mengintai saat Mudik Lebaran

Pada arus mudik tahun ini, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
MUDIK 2026 - Kendaraan melaju di Tol Trans Jawa Semarang-Solo KM 439A dan B, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/3/2026). Pada H-5 Lebaran, arus kendaraan dari arah Jakarta dan Jawa Barat yang melalui Tol Trans Jawa Semarang-Solo ruas Bawen, Kabupaten Semarang menuju sejumlah wilayah di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur maupun sebaliknya hingga Selasa (17/3) pukul 15;00 WIB terpantau lengang. Pada arus mudik tahun ini, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 
Ringkasan Berita:
  • BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan panas terik menjelang mudik Lebaran 2026.
  • Fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation dan gelombang ekuatorial meningkatkan peluang hujan intens di wilayah Indonesia tengah hingga timur.
  • Pemudik diimbau waspada terhadap hujan lebat, angin kencang, dan suhu tinggi yang dapat mengganggu keselamatan perjalanan.

TRIBUNNEWS.COM - Mudik Lebaran merupakan momen penting yang selalu dinantikan oleh masyarakat Indonesia setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

Pada masa ini, arus perjalanan meningkat drastis karena banyak orang pulang ke daerah asal untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga dan kerabat. 

Lonjakan mobilitas tersebut membuat berbagai faktor keselamatan perjalanan perlu diperhatikan, termasuk kondisi cuaca yang dapat memengaruhi kelancaran perjalanan para pemudik di berbagai jalur transportasi.

Pada arus mudik tahun ini, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi selama periode mudik lebaran.

Kondisi cuaca yang diperkirakan terjadi cukup beragam, mulai dari hujan lebat hingga suhu udara yang cukup panas di sejumlah wilayah Indonesia.

Intensitas Hujan Masih Tinggi di Beberapa Wilayah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mencatat bahwa pada periode 12–15 Maret 2026, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat. 

Curah hujan tertinggi terpantau di beberapa daerah seperti Sulawesi Tengah, Aceh, Sumatra Utara, Papua Selatan, Kalimantan Utara, hingga Jawa Timur, dengan angka yang cukup signifikan.

Tingginya curah hujan ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global, khususnya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) serta gelombang ekuatorial seperti Rossby dan Kelvin. 

Kombinasi fenomena tersebut meningkatkan aktivitas konveksi di atmosfer, yang pada akhirnya memicu pertumbuhan awan hujan secara intens, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur, dikutip dari laman bmkg.go.id.

Selain itu, perlambatan angin yang terjadi di sejumlah wilayah seperti Kalimantan, Jawa, dan sebagian Sulawesi turut memperkuat proses pengangkatan massa udara. 

Baca juga: 3 Cara Mudah Cek Cuaca Jalur Mudik Lebaran 2026 dari BMKG, Bisa Pantau Rute Perjalanan

Kondisi ini memperbesar peluang terbentuknya awan hujan yang lebih tebal dan berdampak pada peningkatan intensitas curah hujan.

Panas Terik di Sejumlah Wilayah

Di sisi lain, cuaca panas juga terpantau cukup dominan di beberapa daerah. 

Suhu udara di sejumlah wilayah bahkan mencapai lebih dari 35 derajat Celsius, seperti di Jawa Barat, Kalimantan, dan Banten.

Fenomena ini terjadi karena distribusi hujan yang lebih banyak bergeser ke wilayah Indonesia bagian timur, sehingga wilayah lain mengalami tutupan awan yang lebih sedikit. 

Akibatnya, radiasi matahari dapat diterima secara maksimal oleh permukaan bumi. Kondisi ini diperkuat oleh anomali OLR positif yang menandakan minimnya pembentukan awan.

Selain itu, posisi semu tahunan matahari yang mendekati garis ekuator juga turut meningkatkan pemanasan permukaan, sehingga suhu udara terasa lebih terik terutama pada siang hari.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

Dalam sepekan ke depan, kondisi atmosfer Indonesia masih akan dipengaruhi oleh interaksi berbagai fenomena global dan regional. 

Aktivitas MJO diperkirakan masih berlangsung, disertai pergerakan gelombang Kelvin ke arah timur dan gelombang Rossby yang bergeser ke arah barat.

Wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas hujan meliputi Kalimantan, Jawa bagian timur dan tengah, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. 

Sementara itu, sebagian wilayah Sumatra, Jawa, dan Kalimantan diperkirakan akan mengalami kondisi yang relatif lebih kering dibandingkan periode sebelumnya.

Analisis pola angin menunjukkan adanya pertemuan dan perlambatan angin dari Kalimantan Tengah hingga Sulawesi Tenggara, serta dari Jawa Timur menuju Sulawesi Selatan. 

Selain itu, terdeteksi pula sirkulasi siklonik di Kalimantan Barat dan belokan angin di wilayah Maluku dan Papua yang berpotensi memperkuat pembentukan awan hujan.

Kondisi kelembapan udara yang tinggi serta labilitas atmosfer lokal juga menjadi faktor tambahan yang mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Potensi Cuaca 17–20 Maret 2026

Pada periode 17 hingga 20 Maret 2026, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami hujan ringan hingga sedang. 

Namun, beberapa daerah perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, seperti di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk beberapa wilayah dengan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat, di antaranya Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Selain itu, potensi angin kencang juga perlu diwaspadai di wilayah Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Potensi Cuaca 21–23 Maret 2026

Memasuki periode 21 hingga 23 Maret 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih diperkirakan didominasi oleh hujan ringan hingga sedang. 

Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap berpeluang terjadi di sejumlah wilayah seperti Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.

BMKG juga menetapkan status siaga hujan lebat untuk beberapa wilayah seperti Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Potensi angin kencang juga masih berpeluang terjadi di Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Menghadapi kondisi cuaca yang dinamis, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya para pemudik, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. 

Hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang dapat mengganggu perjalanan, terutama di jalur darat yang rawan genangan, longsor, maupun pohon tumbang.

Selain itu, cuaca panas yang ekstrem juga perlu diantisipasi karena dapat menyebabkan kelelahan saat berkendara, terutama dalam perjalanan jarak jauh.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Cuaca EkstremBMKG dan Mudik Lebaran 2026

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved