Mudik Lebaran 2026
H-3 Lebaran, Tol Jakarta-Cikampek KM 57 Padat Merayap Malam Ini
Arus lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 57 terpantau padat merayap pada Rabu (18/3/2026) malam atau H-3 Lebaran.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Arus lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 57 terpantau padat merayap pada Rabu (18/3/2026) malam atau H-3 Lebaran.
Pantauan Tribunnews.com di lokasi sekira pukul 21.25 WIB, ribuan kendaraan yang didominasi bus antarkota dan mobil pribadi tampak memenuhi seluruh lajur jalan.
Antrean kendaraan yang mengular panjang tersebut diperkirakan kecepatannya hanya berkisar 10-20 kilometer per jam.
Terlihat barisan lampu rem kendaraan memanjang sejauh mata memandang.
Sementara itu, untuk jalur arah sebaliknya polisi masih memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow.
Sebagian lajur dari arah Cikampek menuju Jakarta digunakan untuk menambah kapasitas jalan bagi kendaraan pemudik arah Tol Trans-Jawa.
Baca juga: Tekan Angka Kecelakaan, Mudik Gratis BUMN Ini Angkut 2.795 Pemudik
Selain itu, kepadatan kendaraan juga tampak terlihat di pintu masuk Rest Area KM 57. Sejumlah petugas kepolisian tampak masih bersiaga di lokasi.
Prediksi Puncak Arus Mudik
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus mudik dan balik pada lebaran 2026 akan terjadi masing-masing dua gelombang.
Prediksi itu dari survei jajaran Direktorat Lalu Lintas yang dilaksanakan bersama Kementerian Perhubungan serta dengan membandingkan realisasi jumlah pemudik di tahun 2025.
"Prediksi puncak arus mudik (pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14 sampai dengan 15 Maret," kata Sigit saat rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di PTIK/STIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Baca juga: Macet Parah Arus Mudik 2026, Pengamat Soroti Efektivitas Contraflow dan One Way
Kemudian, setelah periode itu, pemerintah akan menerapkan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16 dan 17 Maret.
Sehingga, Sigit mengatakan diperkirakan bakal terjadi puncak arus mudik gelombang kedua pada 18 dan 19 Maret 2026.
Kemudian, Sigit mengatakan untuk puncak arus balik juga akan terjadi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 24 dan 25 Maret.
"Prediksi puncak arus balik kedua pada 28 sampai 29 Maret dan bila diperlukan Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan," tuturnya.
Di sisi lain, antisipasi lonjakan juga disiapkan khususnya pengaturan arus lalu lintas di pelabuhan antara Jawa Timur dan Bali mengingat bergesekan dengan peringatan Hari Raya Nyepi jatuh bersamaan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 H.
"Sehingga perlu adanya pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali karena menghormati Hari Raya Nyepi," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Arus-mudik-3049.jpg)