Sabtu, 30 Mei 2026

Mudik Lebaran 2026

Macet Parah Arus Mudik 2026, Pengamat Soroti Efektivitas Contraflow dan One Way

Kemacetan panjang di sejumlah titik mudik seperti ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk.

Tayang:
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
HO/IST/dok. Jasa Marga
SKEMA ONE WAY - Pemberlakuan sistem satu arah atau one way sebenarnya dapat membantu mengurai kepadatan, khususnya setelah kendaraan memasuki ruas Tol Cipali, namun penerapannya masih mengikuti jadwal dan kondisi lalu lintas. 
Ringkasan Berita:
  • Perjalanan pemudik sangat bergantung pada posisi kendaraan terhadap skema rekayasa lalu lintas yang diterapkan.
  • Kemacetan panjang di sejumlah titik mudik seperti ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk.
  • Pemberlakuan sistem satu arah atau one way sebenarnya dapat membantu mengurai kepadatan, khususnya setelah kendaraan memasuki ruas Tol Cipali, namun penerapannya masih mengikuti jadwal dan kondisi lalu lintas.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Arus mudik Lebaran 2026 kembali diwarnai kemacetan panjang di sejumlah titik mudik seperti ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk.

Antrean kendaraan bahkan dilaporkan mencapai 30 kilometer di Gilimanuk, sementara di jalur tol arah Cikampek, pemudik harus menempuh waktu hingga lima jam akibat kepadatan lalu lintas.

Fenomena ini menunjukkan tingginya volume kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan, terutama pada puncak arus mudik.

Sejumlah rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan sistem satu arah (one way) pun diterapkan untuk mengurai kemacetan, meski efektivitasnya dinilai masih bergantung pada kondisi di lapangan.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai pengalaman perjalanan pemudik sangat bergantung pada posisi kendaraan terhadap skema rekayasa lalu lintas yang diterapkan.

"Menurut informasi teman saya, dia bilang kalau ikut contraflow itu lebih cepat. Pas enggak masuk contraflow itu agak lama. Jadi tergantung posisinya ini sebenarnya," ujar Djoko saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (18/3/2026).

Ia juga mencontohkan pengalaman pemudik dari Tangerang menuju Purworejo yang membutuhkan waktu hingga 10 jam perjalanan.

Baca juga: Ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 57 Padat Sore Ini, Contraflow Diberlakukan

"Kemarin juga ada teman saya pulang dari Tangerang sampai 10 jam dia ke Purworejo. Sudah berhenti-berhenti sampai Purworejo di desanya 10 jam. Ya wajarlah dia bilang," ucapnya.

Menurut Djoko, penerapan sistem satu arah atau one way sebenarnya dapat membantu mengurai kepadatan, khususnya setelah kendaraan memasuki ruas Tol Cipali. Namun, penerapan kebijakan tersebut masih mengikuti jadwal dan kondisi lalu lintas.

"Kalau sudah masuk Cipali kan ini sudah bisa diterapkan one way sebenarnya. One way itu dijadwalkan tanggal 17, 18 dan 19 Maret. Perhitungannya nanti malam puncak, termasuk juga penyeberangan Merak," jelasnya.

Baca juga: Aturan Lalu Lintas Tol saat Mudik Lebaran 2026: One Way, Contraflow hingga Ganjil Genap

Ia menambahkan, rekayasa lalu lintas yang diterapkan saat ini masih bersifat situasional, termasuk penerapan one way parsial yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Kemarin juga one way tapi parsial ya, dilihat kondisinya one way akan diterapkan sampai besok pagi. Sampai perjalanan gitu, karena orang nanti malam ada yang pulang juga kan. Iya, sampai pagilah," ujarnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved