Rabu, 15 April 2026

Dampak Fenomena Godzilla di Indonesia, Terjadi Mulai April hingga Oktober 2026

BRIN menyebutkan akan terjadi fenomena Godzilla, berikut penjelasan mengenai dampaknya dan waktu terjadinya.

TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
KEMARAU - Sejumlah pengendara melewati Desa Banyumeneng RT04/RW04 Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak jalur alternatif menuju Ungaran dan Semarang, Senin (31/8/20). Berikut penjelasan mengenai fenomena Godzilla yang menyebabkan terjadinya kemarau berkepanjangan. 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan bahwa akan terjadi fenomena Godzilla.

Godzilla adalah sebutan lain dari El Nino atau fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator. 

Fenomena Godzilla menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering.

Beberapa model global memprediksi El Nino akan terjadi mulai April 2026 mendatang.

Fenomena ini juga akan diperkuat dengan adanyan fenomen Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Hal ini akan memberikan dampak yang tidak biasa bagi Indonesia.

Baca juga: Sinkhole, Fenomena Alam yang Tiba-tiba Muncul di Limapuluh Kota dan Gunungkidul, Apa Penyebabnya?

Dampak Fenomena Godzilla

Mengutip dari penjelasan BRIN melalui akun Instagramnya @brin_indonesia, dijelaskan bahwa fenomena ini akan memberikan dampak pembentukan awan dan hujan terkonsentrasi.

Dampak ini akan terjadi di Samudra Pasifik dan sebaliknya, di wilayah Indonesia akan mengalami minim awan dan hujan.

Sedangkan fenomena IOD positif di Samudra Hindia akan diindikasikan dengan pendinginan suhu di permukaan laut dekat Sumatera dan Jawa.

Sehingga hal ini menyebabkan wilayah di Indonesia mengalami pengurangan hujan yang signifikan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek Besok Jumat, 20 Maret 2026: Mayoritas Wilayah Hujan

Fenomena Godzilla atau El Nino dan IOD positif ini diprediksi akan terjadi secara bersamaan.

Kedua fenomena ini terjadi selama periode musim kemarau di Indonesia yaitu sejak April hingga Oktober 2026 mendatang.

Musim kemarau ini bisa jadi lebih panjang dari waktu yang diprediksikan.

Kemarau akan menyebabkan suhu dan cuaca menjadi lebih kering, dan hujan makin jarang turun di Indonesia.

Awan pun lebih banyak muncul di wilayah Pasifik.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Sebut Hujan Lebat hingga Panas Terik Mengintai saat Mudik Lebaran

Daerah yang Terdampak

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved