Rabu, 8 April 2026

Kekayaan Bersih Michael Bambang Hartono hingga Warisan Bisnisnya

Aset terbesar Michael dan Robert sang adik, berasal dari kepemilikan saham mayoritas di Bank Central Asia (BCA).

|
Editor: Willem Jonata
Forbes
Michael Hartono 

Ringkasan Berita:
  • Berdasarkan daftar Forbes Asia yang dirilis Desember 2025, kekayaan bersih gabungan Hartono bersaudara mencapai angka 43,8 miliar dolar AS
  • Pengaruh Michael berakar dari perusahaan rokok kretek Djarum, yang didirikan oleh ayahnya, Oei Wie Gwan, pada tahun 1950
  • Strategi mengakuisisi BCA pasca-krisis ekonomi 1997-1998 dianggap sebagai salah satu manuver bisnis paling jenius
  • Michael membawa gurita bisnisnya melakukan diversifikasi ke berbagai sektor

 

TRIBUNNEWS.COM - Michael Bambang Hartono bersama adiknya, Robert Budi Hartono, telah lama berada di jajaran orang terkaya di Indonesia. 

Berdasarkan daftar Forbes Asia yang dirilis Desember 2025, kekayaan bersih gabungan Hartono bersaudara mencapai angka 43,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekira Rp 690 triliun.

Kemudian, per tanggal 10 Maret 2026, Forbes mencatat kekayaan bersih Michael Bambang Hartono, senilai 18,9 miliar dolar AS, nyaris Rp 320 triliun, atau Rp 15 triliun lebih kecil dari total anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026.

Baca juga: Daftar Orang Terkaya Indonesia 2026 usai Michael Hartono Meninggal, Pemilik Indofood Naik Peringkat

Diketahui, anggaran MBG tahun 2026 dirancang mencapai Rp 335 triliun seperti tertera dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, yang sudah disetujui oleh DPR RI, September 2025 lalu.

Aset terbesar Michael dan Robert berasal dari kepemilikan saham mayoritas di Bank Central Asia (BCA), bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. 

Langkah strategis mereka mengakuisisi BCA pasca-krisis ekonomi 1997-1998 dianggap sebagai salah satu manuver bisnis paling jenius yang mengubah peta perbankan nasional.

Pengaruh Michael berakar dari perusahaan rokok kretek Djarum, yang didirikan oleh ayahnya, Oei Wie Gwan, pada tahun 1950.

Di bawah kendali Michael dan adiknya, Djarum bertransformasi dari perusahaan rokok lokal menjadi salah satu produsen kretek terbesar di dunia.

Tak berhenti di sana, Michael membawa gurita bisnisnya melakukan diversifikasi ke berbagai sektor, antara lain:

Teknologi & Startup

Melalui GDP Venture, keluarga Hartono merambah dunia digital dengan portofolio besar seperti e-commerce Blibli. Kemudian ada Tiket.com.

Djarum juga berada di belakang platform Kaskus, Kumparan, Opini.id, dan Bolalob. Mereka juga berinvestasi di sektor fintech, melalui Moduit (wealth-tech) dan Cermati.

Elektronik dan Otomotif

Polytron adalah merek produk elektronik lokal di bawah naungan Grup Djarum yang diproduksi oleh PT Hartono Istana Teknologi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved