Selasa, 7 April 2026

Lebaran 2026

Eks Menag Yaqut Belum Terlihat Usai Salat Idulfitri di KPK

Hingga mobil tahanan terakhir beranjak pergi, sosok Yaqut Cholil Qoumas sama sekali tidak terlihat keluar dari lantai 3 Gedung Juang. 

Editor: Erik S
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
GUS YAQUT DITAHAN - Eks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut melemparkan senyum tipis saat mengenakan rompi tahanan berwarna orange di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Yaqut Cholil Qoumas tidak terlihat dalam rombongan tahanan saat Salat Idulfitri di Gedung KPK, Jakarta.
  • Ketidakhadirannya menjadi tanda tanya karena tahanan lain mengikuti salat berjemaah yang difasilitasi KPK.
  • KPK sebelumnya memberi layanan khusus Idulfitri sebagai pemenuhan hak ibadah dan kunjungan keluarga bagi para tahanan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas belum tampak dalam rombongan tahanan kasus dugaan korupsi seusai pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, pada Sabtu (21/3/2026) pagi.

Ketidakhadiran Yaqut ini memunculkan tanda tanya, mengingat KPK telah menyediakan fasilitas khusus bagi 67 tahanan muslim untuk merayakan hari kemenangan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pelaksanaan salat Idulfitri digelar di lantai 3 Gedung Juang. 

Para tahanan mulai turun secara bergelombang sejak pukul 07.03 WIB hingga 07.14 WIB. 

Tahanan yang mendekam di Rutan Cabang Gedung Merah Putih turun lebih awal, disusul oleh mereka yang ditempatkan di Rutan Gedung KPK C1 (Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi). 

Mereka dikawal ketat oleh petugas menuju mobil tahanan secara bergantian.

Namun, hingga mobil tahanan terakhir beranjak pergi, sosok Yaqut Cholil Qoumas sama sekali tidak terlihat keluar dari lantai 3 Gedung Juang. 

Hingga berita ini diturunkan, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo belum memberikan keterangan resmi maupun kepastian mengenai alasan absennya mantan Menag tersebut dari pelaksanaan salat Idulfitri berjemaah.

Di sisi lain, sejumlah wajah tahanan KPK lainnya justru terlihat seusai pelaksanaan ibadah. 

Beberapa di antaranya adalah eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Stafsus Menag era Yaqut yakni Ishfah Abidal Aziz, Bupati nonaktif Pati Sudewo, Bupati nonaktif Bekasi Ade Kuswara Kunang, Bupati nonaktif Lampung Tengah Ardito Wijaya, Bupati nonaktif Pekalongan Fadia Arafiq, hingga Sultan Kemenaker Bobby Irvian Mahendra.

Sebelumnya, pihak KPK memang telah mengumumkan adanya layanan khusus bagi para tahanan untuk merayakan 1 Syawal 1447 H. 

Baca juga: Babak Baru Skandal Kuota Haji: Usai Tahan Gus Yaqut, KPK Kini Bidik Tersangka Swasta

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo pada Jumat (20/3/2026) menjelaskan bahwa pemberian fasilitas ini merupakan pemenuhan hak-hak dasar dan keagamaan tahanan.

"Rutan KPK membuka layanan khusus bagi para tahanan di mana esok hari, Sabtu, bertepatan dengan 1 Syawal 1447 H, KPK akan menggelar Sholat Idulfitri, yang akan dimulai sekitar Pukul 06.30 sampai dengan 08.00 WIB di Masjid gedung KPK Merah Putih," ujar Budi Prasetyo dalam keterangannya.

Terkait jumlah tahanan yang berhak mengikuti ibadah tersebut, Budi merinci bahwa mayoritas tahanan beragama Islam dan difasilitasi penuh oleh pihak lembaga antirasuah. 

"Adapun saat ini tercatat total terdapat 81 tahanan, yakni 41 orang dari Rutan KPK gedung Merah Putih (K4) dan 40 orang dari Rutan KPK gedung C1 di mana dari total tersebut, 67 orang di antaranya beragama muslim," paparnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved