Kamis, 16 April 2026

Mutasi dan Promosi di Polri

Profil Irjen Pol Faizal Ramadhani, Alumni Akpol 1996 yang Kini Jadi Jenderal Bintang Dua

Berikut adalah profil Faizal Ramadhani, lulusan Akpol tahun 1996 yang naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol).

Penulis: Falza Fuadina
Editor: Endra Kurniawan
KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI
PROFIL FAIZAL RAMADHANI - Irjen Pol Faizal Ramadhani saat menjadi Direskrimum Polda Papua Kombes. Berikut adalah profil Faizal Ramadhani, lulusan Akpol tahun 1996 yang naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol). 

Faizal Ramadhani merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996.

Di Akpol, Faizal satu angkatan dengan Irjen Pol Jhonny Edison Isir.

Karier pria kelahiran 4 Oktober 1974 itu telah malang melintang di dalam kepolisian tanah air.

Berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara sudah pernah diembannya.

Melansir Wikipedia, ia tercatat pernah menjabat sebagai Kapolres Tolitoli (2016) dan Wakapolres Metro Depok (2017).

Selain itu, Faizal juga sempat menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Sespimma Sespim Lediklat Polri.

Ia juga pernah menduduki posisi sebagai Kabaginfoteks Rojianbang Lemdiklat Polri.

Karier Irjen Pol Faizal Ramadhani makin moncer setelah ia didapuk menjadi Dirreskrimum Polda Papua pada 2021.

Pada 2023, Faizal dimutasi sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri.

Pada Agustus 2024, Faizal dipercaya untuk mengisi kursi jabatan sebagai Wakapolda Papua.

Setelah itu, Faizal diangkat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. I Sespim Lemdiklat Polri pada 2026.

Pada Maret 2026, Faizal Ramadhani juga mendapatkan kenaikan pangkat dari Brigjen Pol menjadi Irjen Pol.

Baca juga: Profil Brigjen Pol Jermias Rontini, Kapolda Papua Tengah yang Pecah Bintang, Jebolan Akpol 1996

Harta Kekayaan

Irjen Pol Faizal Ramadhani tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp2.762.500.000 atau Rp2,7 miliar.

Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaporkannya terakhir kali pada 26 Februari 2022, saat menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua.

Harta terbanyaknya berasal dari dua aset tanah dan bangunan di Tangerang dan Bandar Lampung sebesar Rp2.100.000.000 atau Rp2,1 miliar.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved