Senin, 13 April 2026

Mudik Lebaran 2026 

Rekomendasi Tanggal Arus Balik Lebaran 2026: Hindari 24, 28, dan 29 Maret

Hindari macet! Ini tanggal terbaik arus balik Lebaran 2026 versi pemerintah, jangan pulang saat puncak 24, 28, 29 Maret.

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah merekomendasikan pemudik menghindari puncak arus balik Lebaran 2026 pada 24, 28, dan 29 Maret.
  • Tanggal ideal arus balik yakni 23 Maret serta periode 25–27 Maret dengan skema Work From Anywhere (WFA).
  • Rekayasa lalu lintas dan diskon tarif tol disiapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri merekomendasikan sejumlah tanggal strategis bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan arus balik Lebaran 2026.

Langkah ini dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang diprediksi memuncak pada beberapa hari tertentu.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyebutkan bahwa puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026.

Selain itu, lonjakan kendaraan juga diprediksi kembali terjadi pada 28 dan 29 Maret 2026.

“Arus balik diperkirakan terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada 23–24 Maret dan tahap kedua pada 28–29 Maret 2026,” ujar Agus, dalam keterangannya pada Senin (23/3/2026).

Sejalan dengan itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan pada tanggal-tanggal puncak tersebut.

Berdasarkan data Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), volume kendaraan pada 24 Maret diperkirakan mencapai lebih dari 285 ribu unit, melampaui puncak arus mudik.

Sebagai alternatif, pemerintah merekomendasikan beberapa tanggal yang dinilai lebih ideal untuk arus balik, yakni:

Baca juga: Pantauan Arus Balik Lebaran 2026: Aktivitas Penyeberangan di Bakauheni & Gilimanuk Masih Terkendali

  • 23 Maret 2026: Memanfaatkan cuti bersama untuk kembali lebih awal
  • 25–27 Maret 2026: Periode Work From Anywhere (WFA) untuk menghindari kepadatan
  • 26–27 Maret 2026: Momentum diskon tarif tol 30 persen di sejumlah ruas Jasa Marga

Rekomendasi ini diharapkan mampu mendistribusikan arus kendaraan secara merata sehingga perjalanan menjadi lebih lancar dan aman.

Di sisi lain, Korlantas Polri juga telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan one way nasional yang direncanakan mulai 24 Maret 2026.

Selain itu, langkah antisipasi telah dilakukan sejak 22–23 Maret melalui penerapan one way lokal secara bertahap.

Dalam pantauannya, Kakorlantas menyebut perkembangan volume kendaraan selama mudik dan balik pascalebaran. Ia menyebut situasi lalu lintas cukup terkendali.

Menurutnya, perkembangan arus lalu lintas terkendali meski terjadi peningkatan pergerakan kendaraan di sejumlah wilayah.

“Pada Operasi Ketupat hari ke-9 atau dua hari setelah Lebaran, kondisi arus lalu lintas masih cukup terkendali. Terdapat peningkatan arus sesuai prediksi dan hasil monitoring teknologi. Pergerakan aglomerasi terpantau cukup padat, namun masih dapat dikelola dengan baik,” kata Kakorlantas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved