Kamis, 4 Juni 2026

Lebaran 2026

Sosok 5 Pejabat Datangi Rumah Jokowi di Solo: Eks Menteri, Eks Kapolda, hingga Komisaris Pertamina

Sejumlah pejabat seperti eks menteri, eks kapolda, hingga komisaris Pertamina mendatangi rumah Jokowi di Solo saat Lebaran. Ini sosok mereka.

Tayang:
TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto
KUNJUNGI JOKOWI - Dari kiri ke kanan: Budi Arie, Hasan Nasbi, dan Tina Talisa mendatangi rumah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo pada Rabu (25/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah pejabat seperti eks menteri, eks kapolda, hingga komisaris Pertamina mendatangi rumah Jokowi di Solo saat Lebaran. 
  • Hasan Nasbi lebih dulu masuk ke kediaman Jokowi dan tampak berada di dalam cukup lama.
  • Selain Hasan Nasbi, ini sosok lainnya.

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah pejabat mendatangi rumah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo pada Rabu (25/3/2026).

Di antara mereka yang datang adalah mantan Menteri Koperasi, Budi Arie hingga mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi.

Kedatangan Budi Arie dan Hasan Nasbi ke rumah Jokowi masih dalam suasana Lebaran 2026.

Dikutip dari TribunSolo.com, sejumlah tokoh tersebut menemui Jokowi secara bergantian sejak sekitar pukul 10.30 WIB.

Hasan Nasbi lebih dulu masuk ke kediaman Jokowi dan tampak berada di dalam cukup lama.

Disusul kemudian, Budi Arie yang masuk setelah Hasan Nasbi meninggalkan lokasi.

Setelahnya, ada sosok pejabat lain yang ikut menemui Jokowi.

Siapa sajakah mereka? Ini sosok sebagaimana dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber:

Baca juga: Datang ke Solo saat Lebaran, Budi Arie Beberkan Pesan yang Dititipkan Jokowi, Akui Tak Bahas Politik

1. Hasan Nasbi

TEMUI JOKOWI - Komisaris Pertamina, Hasan Nasbi  saat ditemui awak media usai silaturahmi ke kediaman Jokowi di Solo, Rabu (25/3/2026). Hasan Nasbi mengaku tidak sempat bertemu Jokowi di Jakarta saat Lebaran lalu karena sedang berada di luar kota.
TEMUI JOKOWI - Komisaris Pertamina, Hasan Nasbi saat ditemui awak media usai silaturahmi ke kediaman Jokowi di Solo, Rabu (25/3/2026). Hasan Nasbi mengaku tidak sempat bertemu Jokowi di Jakarta saat Lebaran lalu karena sedang berada di luar kota. (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Hasan Nasbi mengaku secara khusus menyempatkan diri menemui Jokowi.

Ia datang bersama rombongan sekitar pukul 10.30 WIB. Sempat menunggu, Hasan Nasbi pun diperbolehkan menemui Jokowi di kediamannya.

Dalam pertemuan itu, Hasan Nasbi menyebut dirinya dan Jokowi hanya berbincang santai. Ia membantah membahas soal tertentu dengan mantan orang nomor satu di RI itu.

"Ngobrol gitu-gitu aja kita ngobrol. Ngobrol biasa-biasa saja, seperti ngobrol keadaan, sharing-sharing, kayak gitu aja. Tidak ada pembahasan khusus," kata dia, dikutip dari TribunSolo.com.

Saat ini, Hasan Nasbi menjabat sebagai Komisaris Pertamina. Jabatan itu ia emban sejak 11 September 2025.

Sebelumnya, Hasan Nasbi yang merupakan pengamat sekaligus konsultan politik dilantik sebagai Kepala PCO pada 21 Oktober 2024.

Belum ada satu tahun bertugas, ia sempat mengajukan pengunduran diri pada 21 April 2025. 

Namun, ia akhirnya batal mundur setelah diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk tetap bertugas.

Hingga akhirnya, pada 17 September 2025, Hasan Nasbi masuk dalam gerbong reshuffle.

Semasa menjadi Kepala PCO, Hasan Nasbi sempat menjadi sorotan publik setelah memberikan pernyataan terkait kasus pengiriman kepala babi kepada jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana pada Maret 2025.

Pernyataannya yang menyarankan agar kepala babi tersebut "dimasak saja" menuai kritik karena dinilai tidak sensitif dan kurang empati terhadap ancaman terhadap jurnalis.

Sebelum masuk ke pemerintahan, pria asal Bukittinggi, Sumatera Barat ini mendirikan lembaga survei Cyrus Network. 

Di Pilpres 2014 dan 2019, Hasan Nasbi juga menyatakan dukungannya terhadap Jokowi 2014 dan 2019. 

Hingga akhirnya pada Pilpres 2024, Hasan Nasbi menyatakan dukungannya kepada Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.

2. Budi Arie

BUDI ARIE KE SOLO - Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan pesan yang dititipkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kepadanya pada momen Lebaran 2026.
BUDI ARIE KE SOLO - Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan pesan yang dititipkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kepadanya pada momen Lebaran 2026. (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Selain Hasan Nasbi, tokoh lain yang mendatangi rumah Jokowi adalah mantan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi.

Dalam pertemuan itu, Budi Arie yang menjadi Ketua Relawan Pro Jokowi (Projo) juga melaporkan agenda kegiatan organisasi relawan Projo kepada Jokowi.

Datang bersama petinggi relawan, Budi Arie menjelaskan, laporan yang disampaikan kepada Jokowi berkaitan dengan rencana konsolidasi organisasi relawan di seluruh Indonesia.

"Kita konsolidasi, tadi sudah laporan ke Bapak. Dalam waktu dekat kita akan bikin Konferda, Konfercap di seluruh Indonesia. Kita lakukan konsolidasi di seluruh Indonesia," kata Budi Arie, masih dari TribunSolo.com.

Diketahui, Projo merupakan salah satu organisasi relawan terbesar pendukung Jokowi yang didirikan pada Agustus 2013.

Organisasi relawan ini dibentuk untuk mendukung pencalonan Jokowi dalam Pilpres 2014 dan berlanjut mengawal pemerintahannya hingga tahun 2024.

Sementara Budi Arie dikenal sebagai aktivis, praktisi media, sekaligus politikus.

Ia pernah ikut mengelola sejumlah media hingga mendirikan surat kabar serta pernah menjadi direktur di sejumlah perusahaan.

Beberapa di antaranya PT Daya Mandiri, NKE Investama, hingga PT Mitra Lumina Indonesia.

Budi Arie lantas terjun ke dunia politik dengan bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta pada periode 1998–2001.

Kariernya di partai terus berkembang saat ia dipercaya menjadi Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan DPD PDI-P DKI Jakarta pada 2005–2010.

Kemudian, ia absen di dunia politik hingga mendirikan Projo.

Di pemerintahan, Budi Arie dilantik menjabat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mendampingi Abdul Halim Iskandar pada 25 Oktober 2019.

Kemudian, pada 17 Juli 2023, ia dilantik oleh Jokowi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), menggantikan Johnny G Plate yang tersandung kasus dugaan korupsi proyek BTS.

Ia menjabat sebagai Menkominfo hingga berakhirnya masa pemerintahan Jokowi periode 2019–2024.

Memasuki era pemerintahan Prabowo Subianto, Budi Arie kembali dipercaya menjadi Menteri Koperasi dan resmi dilantik dalam Kabinet Merah Putih pada 20 Oktober 2024.

Namun, pada 8 September 2025, ia mengalami reshuffle kabinet dan posisinya sebagai Menteri Koperasi digantikan oleh Ferry Juliantono.

3. Condro Kirono

KOMISARIS PT PERTAMINA - Foto Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Komjen Pol (Purn) Condro Kirono saat masih menjabat sebagai Kabaharkam Polri, 15 Oktober 2019.
KOMISARIS PT PERTAMINA - Foto Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Komjen Pol (Purn) Condro Kirono saat masih menjabat sebagai Kabaharkam Polri, 15 Oktober 2019. (Humas Polri)

Eks Kapolda Jawa Tengah, Condro Kirono juga ikut menyambangi rumah Jokowi.

Saat ini, Condro Kirono menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) per 12 Juni 2025.

Ini adalah kedua kalinya Condro Kirono menduduki jabatan tersebut.

Sebelumnya, ia pernah mengisi jabatan serupa di perusahaan migas itu pada November 2019.

Namun, pada Juli 2021, Condro Kirono dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris PT Pertamina.

Tak lama setelah pencopotannya di Pertamina, Condro Kirono kemudian sempat dipilih menjadi Komisaris Independen PT Pos Indonesia.

Sebelum bertugas di perusahaan pelat merah, pria kelahiran Surakarta ini dikenal sebagai purnawirawan perwira tinggi (Pati) di dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Jabatan terakhir Condro Kirono sebelum pensiun adalah Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1984 ini sepanjang masa dinasnya sudah pernah mengemban berbagai jabatan strategis.

Dikutip dari asabri.co.id, Condro mendapat penugasan pertama di Papua selama enam tahun. Di sana, ia menjadi Kapolsek.

Ia juga tercatat pernah menduduki posisi sebagai Kapolresta Tegal Polda Jateng (2002), Wadirlantas Polda Sumut (2003), dan Kapoltabes Yogyakarta Polda DIY (2004).

Condro Kirono sempat menjadi Dirlantas Polda Kalsel (2006), Dirlantas Polda Jatim (2007), Dirlantas Polda Metro Jaya (2008), dan Karobinops Sops Polri (2010).

Karier Condro makin cemerlang setelah menjabat sebagai Kapolda Riau pada tahun 2013. Lalu, pada tahun 2016, ia ditunjuk menjadi Kapolda Jateng.

Puncak kariernya terjadi saat ia menjabat sebagai sebagai Kabaharkam Polri pada 2019.

Menjelang masa pensiun pada Desember 2019, ia pun dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri.

4. Tina Talisa

Staf Khusus Bidang Hubungan Daerah Kementerian Investasi/BKPM Tina Talisa di sela acara media gathering di Solo, Selasa (5/7/2022).
Staf Khusus Bidang Hubungan Daerah Kementerian Investasi/BKPM Tina Talisa di sela acara media gathering di Solo, Selasa (5/7/2022). (istimewa)

Sosok lain yang juga mendatangi rumah Jokowi di Solo adalah Tina Thalisa yang kini menjadi staf khusus (stafsus) Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka.

Tina Thalisa menjelaskan kedatangannya hanya sebagai perwakilan stafsus Wapres RI untuk bersilaturahmi dengan mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Ia mengaku tidak ada pesan yang bersifat pribadi. Jokowi, kata mantan jurnalis ini, hanya menitipkan pesan agar menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

"Pesan beliau, kita sama-sama terus menjaga persatuan, kerukunan, dan mudah-mudahan kita sama-sama dalam keadaan sehat lahir batin, itu yang terpenting," kata dia, dilansir TribunSolo.com.

Diketahui, Tina Talisa diangkat sebagai Staf Khusus Wapres pada Desember 2024. Sebelumnya, pada periode 2020 hingga 2024, ia menjadi Staf Khusus Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia.

Jauh sebelum masuk ke lingkungan pemerintahan, Tina Talisa dikenal sebagai pembawa acara dan produser program berita di beberapa stasiun televisi besar.

Padahal, wanita kelahiran Bandung ini awalnya meniti jalur pendidikan sebagai seorang tenaga kesehatan dengan meraih gelar Sarjana Kedokteran Gigi dari Universitas Padjajaran tahun 2001.

Kemudian di kampus yang sama, ia meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi.

Karier Tina di media dimulai dari radio lokal di Bandung. Dari sana, langkahnya merambah ke televisi nasional. 

Popularitasnya menanjak terutama lewat program-program talkshow politik dan debat publik.

Tak lama setelah duduk sebagai stafsus wapres, Tina Talisa juga ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang niaga dan distribusi energi. 

Penunjukan ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 4 Juli 2025 lalu.

5. Suwardi

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Suwardi
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Suwardi (Dok Unisri)

Terakhir, ada sosok Suwardi yang juga mengunjungi rumah mantan Wali Kota Solo.

Suwardi merupakan seorang akademisi dari yang ditunjuk sebagai Stafsus Wapres Gibran Rakabuming Raka per 9 Desember 2024.

Dalam kunjungan ke kediaman Jokowi itu, Suwardi datang bersama Tina Talisa. Dua sosok tersebut merupakan tamu keempat Jokowi pada hari yang sama.

Di kalangan civitas akademika Kota Solo, nama Suwardi sudah tidak asing lagi. Ia kerap muncul dengan hasil survei maupun komentarnya terkait dinamika politik daerah.

Mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo itu pernah membuat survei untuk Gibran saat maju sebagai Wali Kota Solo periode 2021-2024.

Direktur Solo Raya Polling ini memunculkan Gibran sebagai tokoh dengan tingkat popularitas tertinggi. Saat itu 90 persen mengenal putra sulung Jokowi ini.

Berdasarkan informasi di laman fisip.unisri.ac.id, Suwardi tercatat mengajar di program studi Ilmu Administrasi Negara. 

Suwardi menjadi akademisi atau dosen sejak tahun 1993. Dengan demikian, ia telah mengabdi selama lebih kurang 31 tahun di bidang pendidikan tinggi sebelum akhirnya mendapat kepercayaan menjadi Staf Khusus Wapres.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul BREAKING NEWS: Sejumlah Tokoh Temui Jokowi di Kediaman Sumber Solo, Ada Budi Arie Hingga Hasan Nasbi

(Tribunnews.com/Sri Juliati) (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved