Selasa, 14 April 2026

CELIOS Bongkar Status Ormat Technologies di Balik Investasi Geotermal RI: Perusahaan Asal Israel

Bhima menegaskan bahwa Ormat tetap merupakan perusahaan asal Israel, meski tercatat di bursa saham Amerika Serikat.

Penulis: Chaerul Umam
istimewa
ILUSTRASI PROYEK GEOTERMAL - Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira, membongkar status Ormat Technologies yang terlibat dalam sejumlah proyek geotermal di Indonesia. Bhima menegaskan bahwa Ormat tetap merupakan perusahaan asal Israel, meski tercatat di bursa saham Amerika Serikat. 

CELIOS juga menemukan adanya paradoks antara gerakan boikot produk Israel (BDS) dengan realitas perdagangan Indonesia.

Ia mencatat, pada 2024 ekspor Israel ke Indonesia justru meningkat. 

“Saya punya beberapa temuan, makin besar gerakan BDS, makin besar boikot terhadap produk-produk Israel di Indonesia, tapi semakin besar juga potensi ekspor atau kenaikan volume ekspor dari Israel ke Indonesia,” ungkap Bhima.

“Tahunannya 2024 itu terakhir naik 10,4 persen,” imbuhnya.

Penolakan Masyarakat dan Celah Advokasi

Bhima menyebut penolakan terhadap proyek Ormat juga terjadi di berbagai daerah, termasuk oleh masyarakat adat di Halmahera Barat.

“Pada Oktober 2025, masyarakat adat di Wayoli melakukan penolakan resmi dengan alasan konsultasi yang dilakukan tidak inklusif,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme Free Prior and Informed Consent (FPIC) seharusnya menjadi syarat dalam setiap investasi. 

“Setiap investasi harus punya consent dari masyarakat, tapi ini tidak terpenuhi,” ujarnya.

Baca juga: Houthi Yaman Luncurkan Serangan Rudal Balistik Perdana ke Israel sejak Perang Iran Meletus

Desak Evaluasi hingga Pembatalan Investasi

CELIOS mendorong berbagai langkah advokasi, termasuk tekanan kepada investor global melalui mekanisme shareholder activism.

Selain itu, Bhima juga mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas. 

“Karena Ormat tercatat di New York Stock Exchange, investor bisa mengajukan resolusi karena ada risiko reputasi dan geopolitik,” ujar Bhima.

“Yang paling dekat di Indonesia adalah segera membatalkan investasi PT Ormat ini,” ucapnya.

Bhima menambahkan, proyek Ormat tersebar di berbagai wilayah seperti Sumatra Utara, Jawa Timur, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Maluku, hingga Jawa Barat, dengan sejumlah di antaranya masih dalam tahap eksplorasi.

“Selama masih tahap eksplorasi, ini momentum untuk melakukan kampanye besar-besaran menolak keberadaan geotermal PT Ormat,” ujarnya.

“Interseksinya adalah antara advokasi pro-Palestina, gerakan lingkungan, dan kebijakan ekonomi. Kalau ini disatukan, gerakannya akan menjadi besar,” pungkasnya.

Tentang Gerakan BDS

Gerakan BDS (Boikot, Divestasi dan Sanksi) adalah kampanye global nirkekerasan yang dimulai tahun 2005 oleh aktivis Palestina untuk menekan Israel melalui boikot produk, penarikan investasi, dan pemberian sanksi. 

Gerakan ini bertujuan mendukung hak-hak rakyat Palestina dan menekan Israel agar mematuhi hukum internasional.
 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved