Senin, 8 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Perundingan AS dan Iran di Pakistan Gagal Total, Pengamat: Ada Ketimpangan Delegasi, Iran Luar Biasa

Dosen HI dari President University Teuku Rezasyah menilai ada ketimpangan antara delegasi Iran dan delegasi AS dalam negosiasi ini.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Setelah berlangsung kurang lebih 21 jam, negosiasi perdamaian antara Iran dan AS yang digelar di Hotel Serena, Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026) berakhir gagal.
  • Gagalnya negosiasi Iran dan AS ini disorot oleh Dosen Hubungan Internasional (HI) dari President University, Teuku Rezasyah.
  • Menurut Teuku Rezasyah, ketimpangan antara delegasi Iran dan delegasi AS, terutama berkaitan dengan latar belakang atau background pengalaman masing-masing.

TRIBUNNEWS.COM - Dosen Hubungan Internasional (HI) dari President University, Teuku Rezasyah, menyoroti adanya ketimpangan delegasi dalam negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang digelar di Hotel Serena, Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).

Namun, perundingan di hari ke-42 setelah AS memulai agresi militer Operation Epic Fury bersama Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) itu berakhir gagal.

Setelah berlangsung kurang lebih 21 jam, Wakil Presiden AS JD Vance mengumumkan bahwa perundingan ini gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Dalam keterangan pada Minggu (12/4/2026), JD Vance menyebut, Iran tidak mau menerima syarat yang diajukan oleh AS.

Ia mengisyaratkan telah memberikan proposal akhir untuk menghentikan program nuklir mereka selamanya.

“Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kami, hal-hal apa saja yang bersedia kami akomodasi dari mereka. Mereka telah memilih untuk tidak menerima persyaratan kami,” kata JD Vance.

Sementara, Iran menegaskan bahwa jalur diplomasi belum tertutup.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghei, menyatakan proses diplomasi akan terus berjalan. 

“Diplomasi tidak pernah berakhir,” ucap Esmaeil kepada kantor berita IRNA.

Esmaeil Baghei menambahkan bahwa konsultasi dengan Pakistan, negara sahabat, dan negara-negara tetangga akan terus dilakukan guna menjaga kepentingan nasional Iran.

Adapun negosiasi perdamaian di Pakistan ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS selama dua minggu yang telah difasilitasi oleh Pakistan, bersama Turki, China, Arab Saudi, dan Mesir, pada Rabu (8/4/2026).

Baca juga: 5 Penyebab Perundingan Iran dan AS Berakhir Gagal di Pakistan

Ketimpangan Delegasi Iran dan AS

Dalam program Breaking News di kanal YouTube Official iNews, Minggu (12/4/2026), Teuku Rezasyah menilai, ada ketimpangan antara delegasi Iran dan delegasi AS dalam negosiasi ini.

Menurutnya, delegasi Iran luar biasa dan lebih kuat daripada delegasi AS.

Hal ini terlihat dari latar belakang atau background pengalaman masing-masing.

Misalnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang memiliki latar belakang militer yang kuat dan telah bergabung dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC/Islamic Revolutionary Guard Corps) sejak awal berdirinya pada 1980.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved