Senin, 18 Mei 2026

Gempa di Sulut & Malut

Gempa Ternate M 7,6 Pagi Ini, BMKG: Termasuk Gempa Dangkal & Tsunami Terdeteksi di 5 Wilayah

Analisis BMKG terkait gempa M 7.6 Ternate yang terjadi pagi ini melalui rilis resmi, diketahui sebagai gempabumi dangkal akibat deformasi kerak bumi.

Tayang:
BMKG
GEMPA GUNCANG TERNATE - Data parameter Gempa Ternate M 7.6 pagi ini Kamis, 2 April 2026 dari BMKG. Analisis BMKG terkait gempa M 7.6 Ternate yang terjadi pagi ini melalui rilis resmi, diketahui sebagai gempabumi dangkal akibat deformasi kerak bumi. 

Ringkasan Berita:
  • Gempa bumi magnitudo 7.6 mengguncang Ternate, Maluku Utara pagi ini, Kamis (2/4/2026) pukul 05:48 WIB.
  • BMKG menyampaikan bahwa gempabumi yang mengguncang Ternate Malut pagi ini termasuk gempa dangkal akibat deformasi kerak bumi.
  • Gempabumi ini dirasakan di Kota di Ternate dengan intensitas V-VI MMI.

TRIBUNNEWS.COM - Gempa bumi magnitudo 7.6 mengguncang Ternate, Maluku Utara pagi ini, Kamis (2/4/2026) pukul 05:48 WIB.

Pusat gempa Ternate pagi ini berada di laut 129 km Tenggara Bitung Sulawesi Utara dengan kedalaman 33 km.

Titik gempa Ternate pagi ini berada di titik Koordinat: 1.25° LU-126,27° BT.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menginformasikan getaran gempa Ternate hari ini juga berpotensi terjadinya tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore Bitung dengan status siaga (0.5-3m).

Informasi gempa Ternate pagi ini disampaikan oleh Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, melalui konfrensi pers online yang tayang di YouTube Info BMKG.

"Kami menyampaikan terkait dengan update gempa bumi tektonik dengan magnitudo 7,6 di Pulau Batang 2, Ternate, Maluku Utara yang berpotensi tsunami. Hari Kamis tanggal 2 April tahun 2026 pada pukul 05:48 Waktu Indonesia Bagian di wilayah Pantai Barat Daya Pulau Batang 2 Ternate Maluku Utara di guncang gempa tektonik," kata Teuku Faisal Fathani, dikutip Kamis (2/4/2026).

Lebih lanjut BMKG menyampaikan analisis terkait gempa M 7.6 Ternate yang terjadi pagi ini melalui rilis resminya.

Hasil Analisis BMKG tentang Gempa Ternate

Menurut pengamatan BMKG gempa Ternate pagi ini memiliki memiliki parameter update dengan magnitudo M7,6. 

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono menyampaikan bahwa gempabumi yang mengguncang Ternate Malut pagi ini termasuk gempa dangkal akibat deformasi kerak bumi.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault )," ungkapnya, Kamis.

Baca juga: Gempa Magnitudo 7,6 di Manado, RS Siloam, Gereja Katolik Hingga Gedung KONI Alami Kerusakan

Wilayah Terasa Gempa Ternate Pagi Ini

"Dari pengamatan BMKG, Gempabumi ini dirasakan di Kota di Ternate dengan intensitas V-VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan), dan wilayah Ibu dengan intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun)."

"Kemudian kota Manado dengan intensitas IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Gorontalo Bone Bolango, dan Gorontalo Utara dengan intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah," terang Rahmat Triyono.

Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), Kab. Boalemo dan Pohuwato dengan intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hasil Pantauan Tinggi Tsunami Akibat Gempa 

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini berpotensi Tsunami dengan status SIAGA di Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, Minahasa Utara Bagian Selatan dan status WASPADA di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara Bagian Utara, Bolaangmongondow Bagian Selatan. 
 
Berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut Tide Gauge tsunami telah terdeteksi:

  • Halmahera Barat pada pukul 06:08 WIB dengan keitnggian 0.30 m, 
  • Bitung pada pukul 06:15 WIB dengan ketinggian 0.20 m, 
  • Sidangoli pada pukul 06:16 WIB dengan ketinggian 0.35 m, 
  • Minahasa Utara pada pukul 06:18 WIB dengan ketinggian 0.75 m, 
  • Belang pada pukul 06:36 WIB dengan ketinggian 0.68 m
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved