Senin, 13 April 2026

Gempa di Sulut & Malut

BMKG Catat 11 Kali Gempa Susulan usai Gempa M7,6 di Bitung-Ternate

BMKG mencatat ada 11 kali gempa susulan yang terjadi setelah gempa berkekuatan M7,6 mengguncang Ternate, Maluku Utara dan Bitung, Sulawesi Utara.

Penulis: Sri Juliati
Editor: Suci BangunDS
HO/IST/Tribun Manado/Rhendi Umar
GEMPA BUMI - Gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). BMKG mencatat ada 11 kali gempa susulan yang terjadi setelah gempa berkekuatan M7,6 mengguncang Ternate, Maluku Utara dan Bitung, Sulawesi Utara. 
Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sebanyak 11 kali gempa susulan (aftershock) terjadi setelah gempa berkekuatan M7,6 mengguncang Ternate, Maluku Utara dan Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026).

Berdasarkan monitoring BMKG hingga pukul 06.50 WIB, gempa susulan itu berkekuatan paling besar M5,5.

"Hingga pukul 06.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 11 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5.5," kata Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan resminya.

Salah satu gempa susulan terjadi pada pukul 06.07.23 WIB yang berlokasi di laut pada jarak 108 km barat laut Ternate dengan kedalaman 10 Km.

Rahmat menjelaskan, gempa yang terjadi pada pukul 05.48.14 WIB dan mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara merupakan gempa tektonik.

Gempa tektonik adalah getaran bumi yang disebabkan oleh pelepasan energi mendadak akibat pergeseran, patahan, atau tumbukan lempeng tektonik di lapisan kerak bumi.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi."

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," lanjut Rahmat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara dengan intensitas yang berbeda-beda.

Di Ternate, gempa dirasakan dengan intensitas V-VI MMI yaitu getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan).

Baca juga: Gempa Guncang Sulut, BMKG Deteksi Potensi Tsunami hingga 3 Meter

Sementara di Manado, gempa dirasakan dengan intensitas IV-V MMI. Artinya getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun.

Di Gorontalo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara dengan intensitas III MMI. Yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Terakhir di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato, gempa dirasakan dengan intensitas II-III MMI. Getaran gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hasil pemodelan menunjukkan, gempa ini berpotensi tsunami dengan status SIAGA di:

  • Kota Ternate
  • Halmahera
  • Kota Tidore
  • Kota Bitung
  • Minahasa Bagian Selatan
  • Minahasa Selatan Bagian Selatan
  • Minahasa Utara Bagian Selatan 

Sementara status WASPADA juga berlalu di:

  • Kepulauan Sangihe
  • Minahasa Utara Bagian Utara
  • Bolaangmongondow Bagian Selatan. 

Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut Tide Gauge tsunami telah terdeteksi di:

  • Halmahera Barat, Maluku Utara pada pukul 06.08 WIB dengan ketinggian 0.30 m
  • Bitung, Sulawesi Utara pada pukul 06.15 WIB dengan ketinggian 0.20 m
  • Sidangoli, Maluku Utara pada pukul 06.16 WIB dengan ketinggian 0.35 m
  • Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada pukul 06.18 WIB dengan ketinggian 0.75 m
  • Belang, Sulawesi Utara pada pukul 06.36 WIB dengan ketinggian 0.68 m

Sementara itu, dari temuan di lapangan, dikutip dari TribunManado.co.id, fenomena perubahan muka air laut sempat terjadi usai gempa.

Di Pulau Bangka tepatnya di Lihunu, Minahasa Utara, air laut dilaporkan naik lalu turun drastis.

Sementara di Lembeh dan pintu masuk Kota Bitung, air laut terinformasi naik dengan cepat hingga mencapai badan jalan. 

Masih di Lembeh kota kecil, air laut dikabarkan alami penyusutan secara tak biasa.

Sebaliknya, di Belang, air laut justru surut secara ekstrem.

Daftar Kerusakan usai Gempa

Sementara itu, dampak awal yang dihimpun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Kota Ternate

Sebanyak satu unit tempat ibadah (gereja) di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan mengalami kerusakan. 

Sementara itu, di Kota Bitung, pendataan masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Masih di TribunManado.co.id, kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di sejumlah titik di Sulawesi Utara.

Dinding RS Siloam Manado mengalami retak akibat guncangan. Selain itu, plafon Gereja Katolik Paroki Bhky Rumengkor runtuh.

Gereja Jemaat Imanuel Bitung juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Di Kota Manado, rumah warga di Kelurahan Banjer Lingkungan II mengalami kerusakan, disertai laporan perabot rumah tangga yang rusak akibat guncangan.

Fasilitas umum tak luput dari dampak. Gedung olahraga milik Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Manado dilaporkan mengalami kerusakan.

BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah. 

Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari aparat setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Daftar Kerusakan dan Dampak Gempa Bumi 7.6 SR Usai Guncang Sulawesi Utara Kamis 2 April 2026 Pagi

(Tribunnews.com/Sri Juliati) (TribunManado.co.id/Indry Panigoro)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved