Senin, 18 Mei 2026

Soligi Zero Stunting, Cara Harita Nickel Berperan Aktif Turunkan Prevalensi Stunting di Maluku Utara

Stunting masih menjadi salah satu momok bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan.

Tayang: | Diperbarui:
Istimewa
PENGENTASAN STUNTING - Maluku Utara menjadi salah satu daerah yang berhasil mengalami penurunan stunting dari 31,4 persen pada tahun 2018 menjadi 23,2 persen pada tahun 2024. Meski begitu, laju penurunan masih dinilai stagnan dan belum cukup progresif. 

Salah satu kader Posyandu Desa Soligi Murni juga menceritakan perubahan paling nyata adalah perilaku masyarakat yang kian peduli dengan pencegahan stunting. Ia menjelaskan makin banyak kader desa yang aktif memantau tumbuh kembang anak, dengan total 354 anak mendapat pendampingan dengan lebih dari 300 paket PMT dibagikan untuk perbaikan gizi keluarga. 

"Kami proaktif mengunjungi rumah balita berisiko dan memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu. Harapan kami, tahun depan bisa benar-benar nol," harap Murni.

Baca juga: Cerita dari Obi: Ramadan jadi Motor Penggerak Ekonomi Warga Maluku Utara

Konsistensi Harita Nickel dalam mengawal kesehatan masyarakat di Pulau Obi membuahkan pengakuan di tingkat nasional. Pada tahun 2025, perusahaan berhasil meraih Penghargaan Subroto dari Kementerian ESDM sebagai Program PPM Terinovatif Komoditas Mineral bidang Kesehatan.

Penghargaan Subroto ini menjadi pengakuan atas kontribusi Harita Nickel dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan kebijakan nasional percepatan penurunan stunting. 

Tak berhenti di situ, pada Desember 2025, Harita Nickel juga dianugerahi predikat Gold dalam ajang GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Collaboration Summit 2025 oleh BKKBN. 

Penghargaan ini menegaskan posisi Harita sebagai mitra pentahelix yang aktif berkontribusi dalam membangun sistem kesehatan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan di Maluku Utara.

Dengan sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan program Soligi Zero Stunting ini, Harita Nickel optimis bahwa visi ‘Indonesia Bebas Stunting’ dapat dimulai dari langkah-langkah nyata di pelosok kepulauan seperti Pulau Obi.

Baca juga: Tak Lagi Bergantung Cuaca, Nelayan Desa Soligi Kini Miliki Pengelolaan Ikan yang Berkelanjutan

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved