Iran Vs Amerika Memanas
Eks Anggota UNIFIL: Penugasan di Lebanon Sangat Berisiko Tinggi
Terkait gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas di Lebanon, Muhtar menyampaikan bela sungkawa dan duka mendalam.
"Karena memang kita misinya murni menjaga perdamaian, bagaimana caranya supaya perdamaian yang sudah dibuat berdasarkan Resolusi (Dewan Keamanan) PBB nomor 1701 tanggal 11 Agustus 2006 itu betul-betul bisa dijalankan oleh kedua belah pihak," katanya.
KSAD: TNI Sudah Terlatih
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Maruli Simanjuntak meminta para keluarga dari prajurit TNI kontingen Garuda UNIFIL yang bertugas dalam misi perdamaian dunia di Lebanon untuk tidak risau atau khawatir.
Ia menyatakan para prajurit terpilih tersebut sudah terlatih dan paham apa yang harus dilakukan dalam menghadapi situasi di tengah konflik.
Hal ini disampaikan Maruli usai menjadi Inspektur Upacara penyerahan tiga jenazah TNI kontingen Garuda UNIFIL yang gugur dalam tugas misi perdamaian di Lebanon, di apron Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026) malam.
"Nggak usah risau. Sebetulnya mereka juga sebetulnya tahu apa yang harus dilakukan," kata Maruli.
Ia menjelaskan bahwa setiap penugasan negara, apalagi dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan PBB, ada prosedur operasional standar (SOP) mengenai apa yang harus dilakukan di tengah kondisi ketidakpastian.
Namun Maruli tak memungkiri bahwa pasukan TNI yang terpilih bergabung dalam misi menjaga perdamaian dunia tidak lepas dari risiko.
Kendati begitu ia meminta keluarga dari anggota prajurit terpilih tersebut untuk mendoakan segala sesuatunya berjalan dengan baik.
"Tapi apapun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja, mudah-mudahan semua berjalan dengan baik," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Hadiri-Penghormatan-Jenazah-Pasukan-Perdamaian-UNIFIL_20260404_215912.jpg)