Rabu, 15 April 2026

Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Putri Bung Hatta dan Istri Munir Serukan Solidaritas Nasional untuk Andrie Yunus

Sejumlah tokoh bersama-sama membacakan Pesan Kebangsaan dan Solidaritas untuk Andrie Yunus di kantor KontraS.

Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
SOLIDARITAS UNTUK ANDRIE YUNUS - Sejumlah tokoh nasional saat membacakan Pesan Kebangsaan dan Solidaritas untuk Andrie Yunus, korban penyiraman air keras oleh oknum aparat di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah tokoh bersama-sama membacakan Pesan Kebangsaan dan Solidaritas untuk Andrie Yunus di kantor KontraS.
  • Pesan ini merupakan respons atas serangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang menjadi simbol ancaman nyata terhadap demokrasi.
  • Pesan ini juga memuat seruan tegas kepada pemerintah untuk membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta yang transparan dan akuntabel.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah tokoh bersama-sama membacakan Pesan Kebangsaan dan Solidaritas untuk Andrie Yunus di kantor KontraS, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Para tokoh yang hadir antara lain filsuf dan intelektual publik Karlina Supelli, mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas, akademisi Sukidi, hingga putri Wakil Presiden ke-1 RI Mohammad Hatta, Halida Hatta.

Kemudian ada aktivis hak asasi manusia Zumrotin, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, tokoh agama Jacky Manuputty, serta istri almarhum Munir Suciwati.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya menjelaskan ihwal pesan ini merupakan respons atas serangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang menjadi simbol ancaman nyata terhadap keberanian generasi muda dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan di Indonesia.

"Peristiwa ini tidak dapat dilihat sebagai kekerasan biasa," kata Dimas dalam keterangannya.  

"Serangan tersebut menunjukkan adanya indikasi kuat praktik kekerasan yang terorganisir, serta mencerminkan memburuknya situasi perlindungan terhadap warga sipil, khususnya anak muda dan aktivis yang bersuara kritis," sambung dia.

Baca juga: Ibu Korban Kerusuhan Mei 1998 Berharap Penyiram Air Keras Terhadap Andrie Yunus Dihukum Seumur Hidup

Dalam pesan kebangsaan ini ditegaskan sejumlah hal:

1. Serangan terhadap Andrie Yunus adalah serangan terhadap kebebasan sipil dan masa depan demokrasi Indonesia.

2. Negara gagal memberikan perlindungan yang memadai bagi generasi muda yang memperjuangkan nilai kemanusiaan.

3. Impunitas yang terus berlangsung hanya akan memperdalam ketakutan dan merusak kepercayaan publik terhadap hukum dan keadilan.

Pesan ini juga memuat seruan tegas kepada pemerintah untuk membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta yang transparan dan akuntabel.

Baca juga: Andrie Yunus: Pelaku Penyiraman Air Keras Orang-orang Pengecut, Saya Tetap Kuat & Tegar

Serta menjamin kesetaraan di hadapan hukum, termasuk dalam dugaan keterlibatan aparat. Dimas menegaskan ihwal masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik.

Namun oleh sejauh mana negara mampu melindungi martabat manusia dan menjamin ruang aman bagi generasi mudanya untuk berpikir, bersuara, dan bertindak tanpa ancaman kekerasan.

"Serangan terhadap satu adalah ancaman bagi semua. Dari keberanian Andrie Yunus dan generasi muda lainnya, harapan akan Indonesia yang adil dan beradab terus diperjuangkan," tegas Dimas.

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved