Rabu, 3 Juni 2026

Prabowo Sentil Kebiasaan Babat Hutan dan Gunung: Kita Sendiri yang Bikin Kekeringan

Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras terkait ancaman krisis air yang dipicu kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. 

Tayang:
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Taufik Ismail
ISU LINGKUNGAN - Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Ia memberikan peringatan keras terkait ancaman krisis air yang dipicu kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. 
Ringkasan Berita:
  • Prabowo menyoroti aktivitas penggundulan hutan yang masih marak terjadi di pegunungan
  • Prabowo optimistis tantangan tersebut bisa diselesaikan asalkan manajemen sumber daya dan alamnya dijaga dengan benar
  • Prabowo meminta jajarannya dan masyarakat luas untuk tidak menyepelekan isu lingkungan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras terkait ancaman krisis air yang dipicu kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. 

Meski Indonesia dikaruniai curah hujan yang sangat tinggi, Eks Danjen Kopassus itu menilai kegagalan dalam menjaga ekosistem hutan menjadi penyebab utama terjadinya kekeringan di berbagai wilayah.

Menurut Prabowo, Indonesia sebenarnya berada di posisi yang sangat beruntung dibandingkan negara lain. 

Ia mencontohkan bagaimana intensitas hujan di wilayah Bogor dalam sehari saja bisa menyamai total curah hujan tahunan di wilayah lain di dunia.

"Alhamdulillah negara kita masalah air tidak sebenarnya menjadi masalahnya kadang-kadang kita kelebihan air. Kita ketawa kelebihan air, ini karunia, satu hari air turun di Bogor satu hari air turun di Bogor sama dengan 1 tahun air turun di Australia Barat, satu hari air turun di Bogor sama dengan 1 tahun air turun di Australia Barat demikian berkah yang kita terima dari Maha Kuasa," ujar Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Prabowo Instruksikan Biaya Haji Turun Rp2 Juta Tahun Ini: Walaupun Harga Avtur Naik, Kami Berani

Namun, Prabowo tidak menampik bahwa distribusi air bersih di tanah air belum merata.

Beberapa wilayah, khususnya di bagian timur Indonesia, masih harus berjuang melawan keterbatasan akses air bersih. 

Ia optimistis tantangan tersebut bisa diselesaikan asalkan manajemen sumber daya dan alamnya dijaga dengan benar.

"Ya di bagian-bagian tertentu Negara kita Indonesia timur pulau-pulau tertentu masih ada kesulitan air tapi kita dapat mengatasi karena airnya ada tinggal mampu atau tidak Kita mendapatkannya dan menjaganya," ucapnya.

Baca juga: Kepala Badan Komunikasi Ungkap Skema Prabowo Hapus Kemiskinan hingga Nol Persen

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Gerindra itu menyoroti aktivitas penggundulan hutan yang masih marak terjadi di pegunungan.

Hal inilah yang membuat tanah kehilangan kemampuan alaminya dalam menyerap dan menahan air, sehingga bencana kekeringan menjadi konsekuensi yang tak terelakkan.

"Karena kadang-kadang kita sendiri yang tidak dapat menjaga alam kita, hutan kita babat, pohon-pohon di Gunung kita babat akhirnya air tidak dapat ditahan, terjadi kekeringan tapi hal ini dapat kita atasi," tegasnya.

Prabowo meminta jajarannya dan masyarakat luas untuk tidak menyepelekan isu lingkungan.

Ia membandingkan Indonesia dengan negara-negara kaya energi namun krisis air.

"Ada negara-negara yang kaya dengan minyak dan gas tidak punya air apa yang saya ingin sampaikan saudara-saudara? Hal-hal ini begitu penting, hal-hal ini begitu mendasar dan hal ini telah digarisbawahi oleh pendiri bangsa kita," ucap Prabowo.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved