Minggu, 10 Mei 2026

Sosok Parama Hansa Abhipraya, Anak 7 Tahun Peraih Rekor MURI dengan Prestasi Multidisiplin

Parama Hansa Abhipraya, anak 7 tahun asal Bojonegoro, mencatatkan namanya di MURI berkat prestasi lintas disiplin sejak dini

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
RAIH REKOR MURI - Di usia 7 tahun, Parama Hansa Abhipraya atau Rama menapaki jalur berbeda dengan menekuni berbagai bidang, dari matematika hingga budaya. Minatnya yang luas mengantarkannya meraih pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai anak dengan prestasi multidisiplin terbanyak. 

Tak berhenti di situ, Rama juga mengasah kemampuan berpikir strategis melalui catur. Permainan ini menuntut ketenangan, konsentrasi, dan perencanaan—kemampuan yang memperkaya cara berpikirnya.

Merawat Akar Budaya Sejak Dini

Yang membuat sosok Rama terasa berbeda adalah kedekatannya dengan dunia literasi dan budaya.

Di usia yang masih sangat muda, ia telah menulis buku dan meraih Readers’ Choice Award 2025.

Lebih dari itu, ia juga menekuni seni pedalangan—memainkan wayang, memahami cerita, dan menghidupkan karakter.

Di tengah arus modern, langkah ini menunjukkan bahwa perkembangan seorang anak tidak harus lepas dari akar budaya.

Justru dari sanalah identitas dan kedalaman pemahaman terbentuk.

Dalam aspek spiritual, Rama juga menunjukkan kedisiplinan dengan mengkhatamkan Al-Qur’an sejak usia 5 tahun—sebuah proses yang membutuhkan konsistensi dan kesungguhan.

Tetap Menjadi Anak-anak

Di balik berbagai aktivitas dan prestasi, Rama tetap menjalani kesehariannya sebagai anak-anak.

Ia bersekolah di kelas 2 SD Yasporbi 1 Pancoran, Jakarta Selatan, dan menjalani hari-hari seperti anak seusianya.

Pandangan sederhana yang ia ungkapkan mencerminkan cara ia melihat dunia:

“Kita tidak perlu memilih satu warna untuk menggambar pelangi,” katanya,

Kalimat itu seolah merangkum perjalanan Rama—bahwa belajar tidak harus terbatas, dan setiap anak memiliki ruang untuk mengeksplorasi banyak kemungkinan.

Perjalanan yang Masih Panjang

Bagi keluarga, capaian Rama bukanlah garis akhir.

Sang ayah, Dhaniar Aji, melihatnya sebagai bagian dari proses yang terus berkembang.

Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan ini—memberi ruang, mendampingi, sekaligus menjaga keseimbangan.

Baca juga: Sosok Khoirul Anam, Satpam di Tj Priok Raih Rekor MURI Berkat 13 Karya Ilmiah dan Menulis Buku

Menurut Jaya Suprana, capaian Rama menunjukkan bahwa potensi anak Indonesia dapat berkembang secara multidisiplin ketika diberi kesempatan yang tepat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved