Rabu, 15 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Kerap Bertindak Sendiri, Dubes Jerman: Uni Eropa Harus Berinvestasi pada Keamanannya Sendiri

Ralf Beste mengungkap bahwa negara-negara Eropa kini tidak bisa lagi mengandalkan bantuan tanpa syarat dari Amerika Serikat.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
DAMPAK KEBIJAKAN AS - Duta Besar Afrika Selatan untuk Amerika Serikat, Ebrahim Rasool (tengah) dalam diskusi bertajuk Tanggapan Perkembangan Kebijakan Luar Negeri AS di The St. Regis, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Ralf Beste mengungkap bahwa negara-negara Eropa kini tidak bisa lagi mengandalkan bantuan tanpa syarat dari Amerika Serikat
  • Jerman dan Uni Eropa, harus ikut mengambil langkah mandiri dan berinvestasi lebih banyak pada sektor keamanan dan basis kemakmuran
  • Jerman harus mulai mencari jaringan yang lebih tangguh untuk menghadapi masa-masa sulit jika hubungan dengan Amerika Serikat terus merenggang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Jerman untuk Indonesia dan ASEAN, Ralf Beste mengungkap bahwa negara-negara Eropa kini tidak bisa lagi mengandalkan bantuan tanpa syarat dari Amerika Serikat (AS) seperti masa-masa sebelumnya. 

Ia mengatakan, keterlibatan dalam perang di Timur Tengah jadi satu contoh langkah AS yang bertindak sendiri daripada memimpin negara sekutunya.

Ralf menjelaskan, ketika AS mulai bertindak sendiri, maka negara-negara sekutu harus segera menutup celah tersebut.

Ia menekankan bahwa Jerman dan Uni Eropa, harus ikut mengambil langkah mandiri dan berinvestasi lebih banyak pada sektor keamanan dan basis kemakmuran, tanpa melulu mengandalkan negeri Paman Sam.

"Kami harus melangkah maju, kami harus berinvestasi lebih banyak dalam keamanan dan dalam basis kemakmuran kami sendiri, karena kami tidak dapat mengandalkan bantuan Amerika yang tanpa syarat dan bersahabat sebanyak sebelumnya," tegas Ralf dalam diskusi bertajuk 'Tanggapan Perkembangan Kebijakan Luar Negeri AS' di The St Regis, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).

Lebih lanjut, Ralf menyoroti bahwa dalam sistem dunia yang berubah, Uni Eropa berfungsi sebagai wadah bagi negara-negara dengan berbagai skala kekuatan, mulai dari yang kecil hingga kelas berat untuk bergerak bersama.

Baca juga: 10 Negara Paling Banyak Impor Senjata: Indonesia di Bawah Jerman dan Lampaui Uni Emirat Arab

Ia kemudian membandingkan posisi Jerman dengan negara kekuatan menengah seperti Indonesia dan India. 

Menurutnya, meskipun Jerman sangat terintegrasi dalam Uni Eropa, Berlin juga harus mulai mencari jaringan yang lebih tangguh untuk menghadapi masa-masa sulit jika hubungan dengan Amerika Serikat terus merenggang.

"Sebagai kekuatan menengah, kami harus mencari jaringan yang lebih tangguh yang akan membawa kami melalui masa badai jika hal itu pecah dengan Amerika," ujarnya.

AS Putarbalikan Tuduhan

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Afrika Selatan untuk Amerika Serikat (AS), Ebrahim Rasool mengungkap pilihan negaranya menyeret Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ) berujung pada konsekuensi pahit dari AS.

Afrika Selatan menyeret Israel ke ICJ atas tuduhan genosida terhadap rakyat Palestina.

Baca juga: Israel Sahkan Hukuman Mati bagi Warga Palestina, Jerman hingga Spanyol Suarakan Keprihatinan

Namun, langkah Afrika Selatan ini dibalas Presiden AS Donald Trump dengan menghukum ekonomi dan sistem kesehatan Afrika Selatan.

Rasool menceritakan bagaimana AS memutarbalikkan tuduhan terhadap Afrika Selatan

Donald Trump membalas dengan menuduh Afrika Selatan melakukan genosida terhadap orang-orang kulit putih, dan menyita tanah milik orang kulit putih.

“Apa yang dilakukan Trump? Ia menciptakan simetri yang serupa dengan mengatakan, 'Jika kalian menuduh Israel melakukan genosida, aku menuduh kalian melakukan genosida terhadap orang kulit putih di Afrika Selatan. Jika kalian menuduh Israel menduduki tanah Palestina, aku menuduh kalian menyita tanah milik orang kulit putih di Afrika Selatan,” ujar Rasool menirukan ancaman tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved