AHY Ungkap Strategi Program Transmigrasi, Targetkan Kawasan Jadi Pertumbuhan Ekonomi
Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap strategi besar program transmigrasi.
Ringkasan Berita:
- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memaparkan strategi besar program transmigrasi usai kunjungan kerja ke Kementerian Transmigrasi pada 15 April 2026.
- Ia menegaskan bahwa transmigrasi harus memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
- Strategi tersebut difokuskan pada dua pendekatan utama, yaitu revitalisasi dan transformasi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap strategi besar program transmigrasi.
Hal ini dikatakan AHY usai melakukan kunjungan kerja ke kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Jakarta pada Rabu (15/4/2026) siang.
"Sejak awal, kami ingin memastikan bahwa transmigrasi ini benar-benar bisa menghadirkan dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata AHY dalam konferensi pers.
AHY menegaskan dalam hal ini pemerintah ingin memastikan program transmigrasi memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai daerah.
Usai pertemuan, Ia mengatakan jika saat ini transmigrasi akan difokuskan pada dua pendekatan utama yakni revitalisasi dan transformasi.
Adapun pendekatan revitalisasi dilakukan dalam jangka pendek dengan menitikberatkan pada perbaikan kualitas hidup masyarakat, terutama melalui pembangunan infrastruktur dasar.
“Misalnya, ada kawasan yang kondisi perumahan masyarakatnya tidak layak, kemudian jalan-jalan pendekat yang menghubungkan antar sentra di kawasan tersebut juga belum memadai, listriknya, air bersih, dan lain-lain,” jelasnya.
Sementara itu, kata AHY, pendekatan transformasi dilakukan dengan tujuan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi unggulan di setiap wilayah transmigrasi.
Menurutnya, pendekatan ini dilakukan dengan mengintegrasikan potensi lokal dengan masuknya investasi dan pengembangan industri.
"ini diharapkan benar-benar bisa menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berdasarkan potensi yang dimiliki wilayah tertentu," ungkapnya.
“Artinya tematik. Ada kawasan yang punya potensi untuk agrikultur, untuk pertanian, komoditas perkebunan, yang bukan hanya punya potensi di tingkat lokal, bahkan bisa menjadi komoditas ekspor unggulan,” sambungnya.
Ia mencontohkan sejumlah daerah yang memiliki potensi besar, seperti kawasan industri di Barelang, Batam, Rempang, dan Galang, serta sektor pertanian dan pariwisata di wilayah timur Indonesia.
“Di sinilah kita berusaha untuk mengawinkan potensi lokal kawasan transmigrasi dengan investasi atau masuknya industri yang juga sekali lagi jika bertemu di tengah, ini bisa menghadirkan peluang ekonomi yang juga sangat baik,” tuturnya.
Kemudian, AHY mengatakan Kementrans turut melibatkan generasi muda melalui program Trans Patriot yang berfokus pada riset dan pengembangan kawasan transmigrasi.
AHY menegaskan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat peran transmigrasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman mencontohkan langkah konkret revitalisasi yang sudah berjalan, salah satunya melalui penyelesaian persoalan lahan.
Sejauh ini, kata Iftitah, pemerintah juga telah membagikan ribuan sertifikat kepada masyarakat melalui program Trans Tuntas.
“Dalam 1,5 tahun ini lebih dari 13.000 SHM kita berhasil serahkan kepada masyarakat,” ucap Iftitah.
Ia menambahkan, kepastian hukum atas lahan menjadi penting untuk mencegah konflik sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat transmigran.
Selain itu, pemerintah juga melakukan perbaikan infrastruktur di ratusan kawasan transmigrasi, termasuk pembangunan jalan dan renovasi fasilitas pendidikan.
“Ada juga yang penduduk kita atau siswa itu harus ke sungai, bahkan ada yang bercerita 'Pak saya hampir kepatok ular' begitu karena ke sungai,” ungkapnya.
Di sisi lain, program transformasi diarahkan untuk menciptakan kawasan ekonomi baru berbasis potensi daerah, mulai dari pertanian, industri hingga pariwisata.
Iftitah menyebut pemerintah juga mengembangkan kawasan seperti Rempang dengan konsep permukiman terintegrasi yang dilengkapi fasilitas pendidikan hingga dukungan sektor perikanan.
“Transmigrasi hari ini bukan lagi soal perpindahan penduduk, tetapi tadi sudah digariskan oleh Pak Menko dan juga dari pemerintah melalui Bappenas merupakan kebangkitan ekonomi lokal,” ungkap Iftitah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-Koordinator-Bidang-Infrastruktur-dan-Pembangunan-Kewilayahan-RI-Agus-Harimurti-Yudhoyono-AHY.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.