Kamis, 16 April 2026

 MUI Soroti Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa UI, Minta Kampus Perkuat Pendidikan Moral

MUI menilai pendidikan tinggi juga harus diimbangi dengan penguatan moral dan nilai keagamaan.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews/Jeprima
SOROTI KASUS DI UI - Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis saat ditemui tim Tribun Network di kawasan Depok, Jawa Barat, Senin (16/2/2026). KH Cholil Nafis menilai pendidikan tinggi juga harus diimbangi dengan penguatan moral dan nilai keagamaan. 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis menyayangkan dugaan memaparkan secara verbal oleh mahasiswa UI dan menilai hal itu menunjukkan pentingnya pendidikan moral di kampus.
  • Ia menegaskan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup, melainkan harus diimbangi kecerdasan emosional dan spiritual.
  • Cholil berharap perguruan tinggi memperkuat pembinaan keagamaan agar ilmu pengetahuan tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, menyayangkan dugaan kasus pelecehan seksual verbal yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya menekankan aspek intelektual.

Dirinya menilai pendidikan tinggi juga harus diimbangi dengan penguatan moral dan nilai keagamaan.

"Ya saya sedih ya, anak-anak kita calon pemimpin di masa yang akan datang, di kampus favorit yang melahirkan pemimpin, kita perlu juga mungkin menambah pendidikan moral, pendidikan Pancasila, pendidikan keagamaan," ujar Cholil usai menghadiri Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H MUI di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (15/4/2026) malam.

Cholil menekankan menjadi pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual. 

Menurutnya pembangunan peradaban juga membutuhkan kecerdasan emosional dan spiritual.

"Orang menjadi pemimpin itu tidak cukup hanya pandai secara intelektual, tapi juga perlu moral. Membangun peradaban itu tak cukup dengan kepandaian saja, tetapi juga ada kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual," katanya.

Baca juga: 3 Kasus Pelecehan Seksual di Kampus yang Lagi Disorot Publik

Cholil berharap lembaga pendidikan, termasuk Universitas Indonesia, dapat memperkuat pembinaan keagamaan bagi mahasiswa. 

Menurutnya, penguatan nilai religi penting agar intelektualitas tidak terlepas dari landasan moral.

"Saya berharap di UI, masjid bagi yang muslim menjadi pusat peradabannya, membangun anak-anak muda kita untuk masa yang akan datang melalui keagamaan. Begitu juga agama-agama lain perlu didorong agar intelektualitas itu tidak kering dari pembinaan emosional dan kekuatan religinya," ujarnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan dalam dunia pendidikan.

Kronologi kasus

Kasus dugaan pelecehan seksual verbal terungkap melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).

Hingga kini, tercatat ada 27 korban, dan kasus ini sudah ditangani oleh pihak kampus serta berpotensi masuk ranah pidana.

Awal mula kasus ini terungkap dari tangkap layar percakapan grup chat FH UI angkatan 2023 tersebar di media sosial.

Pada 11 April 2026, 16 mahasiswa yang terlibat menyampaikan permohonan maaf terbuka.

Pada akhirnya pihak kampus menegaskan status akademik 16 mahasiswa  itu dibekukan sementara.

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved