Harga Elpiji Naik
Ragam Keluhan Pelaku Usaha soal Harga LPG Nonsubsidi Naik, Shirat: Ngaruh ke Operasional, Berat sih
Sejumlah pengusaha mengeluhkan Kenaikan harga LPG nonsubsidi pada April 2026 ini, LPG 12 Kg di Jatim dan Jatim jadi Rp 228.000.
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga LPG (Liquified Petroleum Gas) nonsubsidi naik setelah BBM Nonsubsidi juga naik.
- Kenaikan LPG nonsubsidi 12 Kg dan 5,5 Kg ini, dikeluhkan oleh sejumlah pengusaha di daerah.
- Shirat Nurwandi, pelaku usaha kuliner di Pontianak, Kalimantan Barat, khawatir kenaikan LPG berdampak pada biaya operasional.
TRIBUNNEWS.COM - Harga LPG (Liquified Petroleum Gas) nonsubsidi turut merangkak naik, setelah harga 3 jenis BBM nonsubsidi lebih dulu naik.
Lonjakan beruntun ini memicu kekhawatiran terhadap potensi meningkatnya biaya hidup dan operasional di berbagai sektor, termasuk sektor usaha.
Seperti yang dirasakan oleh pelaku usaha di Pontianak, Kalimantan Barat, bernama Shirat Nurwandi.
Shirat merupakan pengusaha kuliner yang mengeluhkan dampak kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi bagi operasional usahanya.
Dikutip dari pertaminapatraniaga.com pada Senin (20/4/2026) pukul 15.50 WIB, harga elpiji non subsidi 12 Kg dan 5 Kg di Kalimantan Barat masing-masing Rp 238 ribu dan Rp 114 ribu.
Kemudian, harga LPG 12 Kg Rp 228.000 untuk Jawa Tengah, DKI Jakarta, hingga Jawa Timur.
Paling tinggi, harga Bright Gas 12 Kg mencapai Rp 285 ribu untuk wilayah Maluku dan Jayapura, Papua.
Bright Gas 12 Kg merupakan produk LPG nonsubsidi dari PT Pertamina yang dikemas dalam tabung (berat tabung 15,1 Kg).
Sementara Bright Gas 5,5 Kg merupakan produk LPG nonsubsidi PT Pertamina yang dikemas dalam tabung dengan berat total 12,6 kg (termasuk isi LPG) atau lebih ringan dari air mineral kemasan galon 19 Liter.
Baca juga: Menteri Bahlil Soal Kenaikan Harga Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg: Hanya LPG 3 Kg yang Dijaga Pemerintah
Ragam Keluhan Pelaku Usaha soal Harga LPG Nonsubsidi Naik
1. Pelaku Usaha di Pontianak
Dampak kenaikan harga LPG non-subsidi turut dirasakan pelaku usaha kuliner di Kota Pontianak.
Shirat Nurwandi, Owner Athena Kopitiam, mengeluhkan kenaikan harga LPG lantaran berpengaruh langsung terhadap operasional usaha yang dijalankan.
Apalagi penggunaan LPG ini menjadi kebutuhan utama dalam aktivitas usaha sehari-harinya.
“Terkait kenaikan gas LPG ini tentu berpengaruh lah terhadap jalan operasional usaha,” katanya, di tempat usahanya wilayah Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Senin ini.
Meski merasakan dampak kenaikan LPG nonsubsidi, Shirat Nurwandi mengaku, pihaknya belum menaikkan harga jual kepada konsumen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pemerintah-Pastikan-Harga-LPG-Masih-Stabil_20260405_170448.jpg)