Selasa, 5 Mei 2026

Politisi Golkar Ditikam OTK di Maluku

Bahlil Tak Terima Nus Kei Tewas Ditikam: Dia Saudara Saya, Usut Tuntas!

Bahlil tak terima Nus Kei tewas ditikam! Ketum Golkar sebut "saudara saya" & minta Sekjen kawal kasus sampai tuntas. Cek kronologinya!

Tayang:
Penulis: Fersianus Waku
Tribunnews.com/Fersianus Waku
NUS KEI TEWAS — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan keterangan terkait tewasnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (20/4/2026). Bahlil menyebut korban sebagai saudaranya dan telah menginstruksikan Sekjen DPP Golkar untuk mengawal pengusutan kasus penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun tersebut hingga tuntas. 
Ringkasan Berita:
  • Ketum Golkar Bahlil Lahadalia bereaksi keras atas pembunuhan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara di Bandara Karel Sadsuitubun.
  • Bahlil menginstruksikan Sekjen DPP Golkar mengawal langsung proses hukum hingga tuntas.
  • Korban dihabisi orang tak dikenal tepat H-4 sebelum pelaksanaan Musda Golkar Maluku Tenggara usai mendarat dari Jakarta.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menunjukkan sikap pasang badan atas tewasnya Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Bahlil menegaskan tidak terima atas aksi kekerasan yang merenggut nyawa sosok yang ia anggap sebagai keluarga sendiri tersebut.

"Ya kami turut berduka atas meninggalnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, saudara saya, Bang Nus. Dan semoga diterima oleh Allah SWT," ujar Bahlil saat ditemui di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini menuntut keadilan penuh dan memastikan partai mengambil langkah organisasi yang serius.

"Dan DPP Golkar, sudah saya meminta kepada Sekjen untuk mendampingi dalam rangka melakukan proses sampai tuntas," tegasnya.

Tragedi Berdarah Jelang Musda

NUS KEI - Nus Kei sedang memberikan keterangan kepada awak media sebelum berangkat untuk memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, untuk memberikan keterangan lanjutan terkait persoalan yang sedang dialaminya dengan geng John Key, Selasa (23/6/2020). WARTA KOTA/NUR ICHSAN
NUS KEI - Nus Kei sedang memberikan keterangan kepada awak media sebelum berangkat untuk memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, untuk memberikan keterangan lanjutan terkait persoalan yang sedang dialaminya dengan geng John Key, Selasa (23/6/2020). WARTA KOTA/NUR ICHSAN (WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

Peristiwa tragis ini terjadi hanya empat hari menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Maluku Tenggara yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (23/4/2026).

Nus Kei tewas setelah menjadi korban penikaman oleh orang tidak dikenal (OTK) di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Minggu (19/4/2026) sekira pukul 11.25 WIT.

Korban diketahui baru saja tiba dari Jakarta untuk mengikuti agenda Musda tersebut.

Baca juga: 7 Fakta Atlet MMA HR, Pelaku Penikam Nus Kei: Pernah Ikut PON, Mahasiswa Fakultas Hukum di Semarang 

Laporan menyebutkan, sebelum terbang ke Maluku, Nus Kei sempat bertemu dengan jajaran pengurus pusat Golkar di Jakarta.

Nahas, saat baru menginjakkan kaki di bandara, ia ditusuk menggunakan sebilah pisau.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Nus Kei tidak tertolong akibat luka parah yang dideritanya.

Dua Pelaku Diringkus

Merespons cepat kejadian tersebut, pihak Polda Maluku berhasil menangkap dua orang terduga pelaku berinisial HR (28) dan FU (36) hanya dua jam setelah aksi penikaman.

Bahlil menegaskan bahwa DPP Golkar akan terus memantau perkembangan penyidikan guna mengungkap motif di balik serangan ini.

"Kita serahkan kepada para penegak hukum. DPP Golkar telah meminta agar ini diusut secara tuntas," pungkas Bahlil.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved