Megawati: Warga RI di Luar Negeri Seperti Burung, Ingat Sarangmu Indonesia
Megawati di GPIB Paulus: Warga RI di luar negeri seperti burung, ingat sarangmu Indonesia! Simak pesan soal Pancasila hingga tantangan AI.
Ringkasan Berita:
- Megawati mengingatkan warga Indonesia di luar negeri tetap menjaga adab budaya seperti burung kembali ke sarang.
- Ketua Dewan Pengarah BPIP mengkhawatirkan nilai Pancasila yang kini hanya dihapalkan tanpa dihayati oleh generasi muda.
- Megawati menyoroti tantangan teknologi kecerdasan buatan hingga dampak situasi geopolitik global terhadap harga kebutuhan pokok.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menekankan pentingnya menjaga jati diri bangsa di tengah arus globalisasi.
Dalam talkshow Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (Pelkat PKLU) di GPIB Paulus, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026), Megawati memberikan pesan khusus bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri agar tetap memegang teguh adab ketimuran.
"Seperti burung kembali ke sarang. Sarangmu Indonesia, jangan lupa," ucap Megawati di hadapan hampir 500 jemaat lansia yang hadir.
Putri Bung Karno ini menegaskan bahwa nasionalisme tidak boleh hilang di tengah dunia yang hampir tanpa batas.
Ia meminta siapa pun yang kembali dari luar negeri untuk tetap menjaga etika dan budaya Indonesia.
Megawati banyak mengaitkan paparannya dengan perannya sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Membuka paparannya mengenai ideologi bangsa, Megawati meminta agar Pancasila benar-benar dihayati, bukan sekadar dihapalkan.
Ia menyoroti fenomena maraknya praktik perundungan (bullying) dan perilaku tidak beretika dalam menyampaikan pendapat yang mencerminkan mulai lunturnya nilai-nilai tersebut.
"Lima sila mulai dilupakan, hanya dihapalkan. Ini yang saya khawatir," kata Megawati.
Baca juga: Prabowo Disebut Tak Bahas Isu Perubahan Sistem Pemilu dalam Retret Ketua DPRD se-Indonesia
Ia pun berpesan agar penguatan nilai Pancasila ini ditekankan kepada generasi muda demi menjaga Indonesia yang abadi.
Selain itu, Megawati memaparkan kembali ajaran Trisakti Bung Karno—berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan—serta implementasinya pada masa kini.
Berbicara soal keragaman, Megawati merefleksikan kondisi Indonesia pasca-Reformasi 1998 yang sempat diwarnai konflik sosial bernuansa SARA di Ambon, Poso, dan Sampit.
Mengingat pengalamannya dalam menyelesaikan konflik tersebut saat menjabat sebagai Wakil Presiden dan Presiden, ia mengajak bangsa Indonesia mengambil pelajaran pahit agar peristiwa serupa tidak terulang.
"Mudah-mudahan tidak terjadi lagi," sebutnya sembari menyinggung pentingnya kearifan lokal seperti Pela Gandong di Maluku sebagai solusi perdamaian.
Terkait isu global, Megawati menceritakan momen saat dirinya diundang ke kediaman pribadi Paus Fransiskus untuk membahas isu pemanasan global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Megawati-Soekarnoputri-dalam-talkshow-Pelkat-PKLU-di-GPIB-Paulus-Menteng-Jakarta.jpg)