Senin, 4 Mei 2026

Harga BBM Naik

Harga BBM Nonsubsidi Naik, BI Buka Suara soal Dampaknya ke Inflasi

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dinilai berdampak terhadap inflasi, meski terbatas.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex naik per 18 April 2026.
  • Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menyampaikan kenaikan harga BBM nonsubsidi diproyeksikan mendorong inflasi sekitar 0,04 persen.
  • Sebagai langkah mitigasi dampak kenaikan BBM, BI telah menyiapkan sejumlah langkah, seperti program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi turut berdampak pada inflasi, meski dalam skala yang relatif minim.

Sebelumnya, harga tiga jenis BBM nonsubsidi yakni Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex mengalami kenaikan per 18 April 2026. 

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi tersebut, mengacu pada Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Kini, harga Pertamax Turbo menjadi Rp 19.850 per liter, Dexlite Rp 24.150 per liter dan Dex Rp 24.450 per liter.

Terkait hal tersebut, Pihak Bank Indonesia (BI) turut menanggapi dampak kenaikan BBM terutama pada inflasi.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.

Inflasi juga bisa diartikan sebagai kondisi di mana terjadi peningkatan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.

Dalam hal ini, kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan bisa berdampak terhadap inflasi, namun terbatas.

Menurut Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, kenaikan harga BBM nonsubsidi diproyeksikan hanya mendorong inflasi sekitar 0,04 persen pada bulan April 2026.

"BBM non subsidi. Apabila kita lihat dengan bobotnya di inflasi, maka untuk bulan April ini bisa meningkatkan inflasi tapi tidak terlalu besar, hanya sebesar 0,04 persen'an sekitar itu," ucapnya saat menyampaikan keterangan dalam pertemuan daring berjudul 'Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan April 2026 Dengan Cakupan Triwulanan', Rabu (22/4/2026). 

Jadi, lanjut Aida, ketika dihitung secara keseluruhan pada tahun 2026 maupun 2027, proyeksi inflasi tetap berada dalam kisaran inflasi 2,5 plus minus 1 persen.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga dan Bareskrim Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi

Sementara itu, jika dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi, faktor yang dilihat utama adalah bagaimana kondisi global.

"Tadi disampaikan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global mengalami penurunan dari 3,1 persen menjadi 3,0 persen," jelas Aida.

Meski demikian, proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia masih berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen. 

Upaya Mengatasi Dampak Kenaikan BBM nonsubsidi

Sebagai langkah mitigasi dampak kenaikan BBM nonsubsidi, BI telah menyiapkan sejumlah langkah. 

Aida mengatakan, BI bersama pemerintah pusat dan daerah terus melakukan pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), yakni melalui program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera.

"Kemarin kick off di Palembang, Sumatra Selatan dan nanti insyaallah saya pada bulan Mei juga akan melakukan kick off di Jawa Timur."

"Jadi mohon juga bantuan seluruh teman-teman untuk kita menjaga inflasi bersama melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera," ungkapnya.

HARGA BBM NONSUBIDI - Warga mengantre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina di Jalan Ciater Raya, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Sabtu, 18 April 2026. Pertamina telah menaikkan harga BBM jenis bensin Pertamax Turbo sebanyak Rp6.300 per liter, Pertamina Dex hingga Dexlite masing-masing naik sebanyak Rp9.400 per liter mulai hari ini.
HARGA BBM NONSUBIDI - Warga mengantre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina di Jalan Ciater Raya, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Sabtu, 18 April 2026. Pertamina telah menaikkan harga BBM jenis bensin Pertamax Turbo sebanyak Rp6.300 per liter, Pertamina Dex hingga Dexlite masing-masing naik sebanyak Rp9.400 per liter mulai hari ini. (Tribunnews.com/Choirul Arifin)

Kata Pengamat: Dampak ke Inflasi Tidak Signifikan

Pendapat senada juga disampaikan Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmi Radhi.

Fahmi menilai, kebijakan menaikkan harga BBM nonsubsidi ini sudah tepat.

Ia mengatakan, kenaikan BBM nonsubsidi ini dapat mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya terkait kompensasi energi. 

Di sisi lain, dampaknya terhadap inflasi diperkirakan tidak signifikan.

“Saya perkirakan kenaikan BBM beroktan tinggi tadi gitu ya, itu tidak akan menaikkan inflasi secara signifikan dan tidak menurunkan daya beli," kata Fahmi dalam diskusi Kompas Siang Kompas TV, Senin (20/4/2026).

"Kenapa tidak menaikkan inflasi? Karena komunitas atau jumlah konsumen yang menggunakan BBM oktan tinggi ini tidak terlalu banyak ya sehingga tidak berpengaruh terhadap inflasi tadi."

Baca juga: Modus Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi: Pakai Istilah Helikopter, Bermain dengan Petugas SPBU

Lebih lanjut, Fahmi mengatakan, kenaikan harga BBM nonsubsidi juga tidak akan menurunkan daya beli masyarakat secara luas. 

Sebab, menurutnya, pengguna BBM nonsubsidi jenis premium seperti Pertamax Turbo dan Dex, umumnya berasal dari kalangan menengah atas.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Kompas.tv)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved