Sabtu, 25 April 2026

Respons Hendropriyono Soal Seskab Teddy Ditampar Jenderal Kopassus: Tidak Mungkin Terjadi

AM Hendropriyono, pastikan kabar Teddy Indra Wijaya ditampar oleh Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Letjen TNI Djon Afriandi hoaks.

Editor: Wahyu Aji
HO/IST
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono pastikan kabar Teddy Indra Wijaya ditampar oleh Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Letjen TNI Djon Afriandi hoaks. 

Oleh karena itu, AM Hendropriyono memiliki latar belakang militer yang sangat kuat di lingkungan Kopassus sebelum menjabat sebagai Kepala BIN.

Hendropriyono menjabat sebagai Kepala BIN pertama pada periode 9 Agustus 2001 hingga 8 Desember 2004.

Dia ditunjuk oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dalam Kabinet Gotong Royong sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). 

Bantahan Kopassus

Isu dugaan pemukulan yang menyeret nama Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi terhadap seseorang yang kemudian dikaitkan sebagai Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, ramai di media sosial.

Narasi yang beredar menyebut insiden itu terjadi di lingkungan Istana.

Menanggapi kabar tersebut, pihak Komando Pasukan Khusus (Kopassus) secara tegas membantah seluruh tudingan yang beredar. 

Melalui keterangan resmi, Kopassus menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak memiliki dasar fakta dan dikategorikan sebagai hoaks.

"Hoaks," demikian yang tertulis di akun Penerangan Kopassus dan dikutip pada Selasa (21/4/2026).

Kopassus menyebut narasi tersebut muncul dari sumber yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi. 

Bahkan, informasi yang berkembang dinilai cenderung bersifat spekulatif serta tidak didukung bukti konkret mengenai peristiwa yang dituduhkan.

Kopassus turut mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika bersumber dari media sosial. 

Penyebaran kabar yang tidak akurat dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Isu ini sendiri mencuat dari unggahan di platform digital, oleh akun @retailman69, yang memposting Letjen Djon melakukan tindak kekerasan terhadap seseorang yang disebut sebagai Bunted karena dibiarkan menunggu di luar ruangan Presiden Prabowo Subianto di Istana selama 20 menit.

Sedangkan, Prabowo sudah menunggunya di dalam ruangan.

Baca juga: Momen Haru Calon Siswa Sekolah Rakyat Menangis di Pelukan Seskab Teddy: Saya Mau Sekolah

Namun, narasi tersebut berkembang tanpa konfirmasi resmi dari pihak terkait dan akhirnya menyebar luas.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved