Sabtu, 25 April 2026

Gubernur Kaltim Rudy Masud Didemo, Golkar: Ayo Peka Terhadap Kondisi Masyarakat

Respons Gubernur Kaltim Rudy Masud didemo warga dan mahasiswa, Golkar serukan kadernya harus peka terhadap kondisi masyarakat.

Ringkasan Berita:
  • Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji minta seluruh kader partai yang menduduki jabatan publik lebih peka pada suasana dan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
  • Hal ini merespons aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud Selasa (21/4/2026) yang berakhir ricuh.
  • Ia juga mengingatkan agar para pejabat publik dari Golkar tidak menunjukkan gaya hidup yang berlebihan, baik dalam kehidupan pribadi maupun fasilitas kedinasan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meminta seluruh kader partai yang menduduki jabatan publik lebih peka terhadap suasana dan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

Hal ini disampaikan merespons aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026), yang berakhir ricuh.

"Jadi gini, setiap aspirasi, enggak apa-apa disampaikan saja dengan baik ya," kata Sarmuji usai menghadiri acara Pentas Musik dan Refleksi Paskah Nasional Partai Golkar Tahun 2026 di Tennis Indoor Senayan, GBK Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026) malam.

Sarmuji menyebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah memberikan arahan kepada seluruh kader yang menjabat di berbagai posisi, mulai dari parlemen hingga kepala daerah.

"Kepada seluruh kader Partai Golkar di jabatan apapun, jabatan publik, baik itu di parlemen maupun menjadi eksekutif, di kementerian, atau di gubernur, kepala daerah, bupati, wakil bupati, wali kota, kami mengimbau sekaligus memberikan arahan DPP Partai Golkar, ayo kita peka terhadap suasana, ayo kita peka terhadap kondisi masyarakat kita," tegasnya. 

Ia juga mengingatkan agar para pejabat publik dari Partai Golkar tidak menunjukkan gaya hidup yang berlebihan, baik dalam kehidupan pribadi maupun fasilitas kedinasan.

"Jangan sampai tampak berlebihan baik itu yang sifatnya pribadi maupun yang sifatnya dinas," tutur Ketua Fraksi Partai Golkar ini.

Baca juga: Tidak Temui Massa Aksi 21 April, Gubernur Kaltim Rudy Masud: Kalau Saya Dilempar Gimana?

Sebelumnya, aksi massa di Kalimantan Timur dipicu oleh rasa kecewa karena Gubernur Rudy Mas’ud tidak menemui massa meskipun berada di dalam kantor.

Massa membawa tiga tuntutan utama, yakni evaluasi kebijakan Pemprov Kaltim, penghentian praktik KKN, serta desakan agar DPRD memaksimalkan fungsi pengawasan.

Kemarahan massa semakin memuncak akibat sorotan terhadap anggaran renovasi rumah dinas senilai Rp 25 miliar yang mencakup pengadaan akuarium laut dan alat fitness. 

Selain itu, pengadaan mobil mewah jenis Range Rover senilai Rp 8,5 miliar juga dianggap melukai perasaan masyarakat di tengah situasi ekonomi yang sulit.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved