Minggu, 26 April 2026

Dirjen Keuangan Daerah Minta Pemda Putar Otak Lewat Creative Financing

Dirjen Keuangan Daerah Agus Fatoni mendorong pemda mencari pembiayaan inovatif di tengah fiskal ketat dan ketergantungan pada dana pusat.

|
Penulis: Wahyu Aji
HO/IST
FISKAL DAERAH - Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen BKD Kemendagri), Agus Fatoni, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Pendapatan Daerah di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Agus mendorong pemerintah daerah menerapkan creative financing atau pembiayaan inovatif di tengah ketidakpastian global dan keterbatasan fiskal daerah. 

Selain KPDBU, daerah juga dapat memanfaatkan zakat, infak, sedekah, pinjaman daerah, obligasi daerah, maupun sukuk untuk membiayai proyek produktif.

Akademisi Ingatkan Tata Kelola

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai creative financing relevan diterapkan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Namun, penerapannya harus dibarengi tata kelola yang kuat.

"Creative financing bisa menjadi solusi, tetapi disiplin fiskal dan transparansi harus tetap menjadi fondasi utama," ujarnya.

Menurut Fithra, setiap instrumen pembiayaan harus diarahkan pada proyek produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi daerah.

Penentu Percepatan Pembangunan

Di tengah tekanan fiskal dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, kemampuan pemerintah daerah mencari sumber pembiayaan alternatif diperkirakan akan menjadi salah satu penentu percepatan pembangunan.

Kolaborasi dengan sektor swasta, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah lain dinilai semakin penting agar pembangunan tidak terhambat keterbatasan anggaran semata.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved