Selasa, 12 Mei 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Nur Ainia Tewas dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sang Ayah Pertanyakan Ini ke Dirut KAI

Ayah Nur Ainia, Hary bertanya, mengapa kondisi kereta dan layanannya masih berisiko menimbulkan kecelakaan di zaman sekarang yang sudah canggih.

Tayang:

Hary pun berharap, nantinya ada perbaikan dalam hal komunikasi antar kereta api.

"Ya memang kecelakaan enggak ada yang kita inginkan, cuma kadang-kadang apa ya, ini cuman, zaman secanggih ini kok keretanya seperti itu tuh loh Pak?" kata Hary, lirih sembari disimak oleh Bobby, dikutip dari tayangan Live KompasTV.

"Nah, itu mungkin nanti Bapak pasti kena ke mana, saya sudah bayangin, Bapak. Pasti itu saya kayak begitu, zaman secanggih gini kecelakaannya kok begitu."

"Zaman secanggih ini komunikasi, di gerbong, ke depannya ada alat komunikasi dua arah antar kereta untuk dibawa biar nggak ada kejadian seperti ini."

Dalam foto: Hary Marwata (63) memakai peci, duduk di sebelah kiri, ayah mendiang Nur Ainia Eka Rahmadynna, korban jiwa dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saat ditemui Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI) Bobby Rasyidin di rumah duka di Griya Asri 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2026) sore.
Dalam foto: Hary Marwata (63) memakai peci, duduk di sebelah kiri, ayah mendiang Nur Ainia Eka Rahmadynna, korban jiwa dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saat ditemui Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI) Bobby Rasyidin di rumah duka di Griya Asri 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2026) sore. (Tangkap layar YouTube KompasTV)

Dirut KAI Minta Maaf

Dalam pertemuan dengan ayah mendiang Nur Ainia di rumah duka pada Rabu kemarin, Bobby Rasyidin meminta maaf.

Bobby yang duduk bersila di lantai menyampaikan permohonan maaf dari pihak perusahaan yang dia pimpin kepada pihak keluarga atas kecelakaan yang menewaskan perempuan berkerudung dan pencinta kucing tersebut.

Ia berjanji, pihaknya akan melakukan investigasi.

"Jadi sekali lagi Pak, mohon maaf kami dari kereta api," kata Bobby, dikutip dari tayangan Live KompasTV yang diunggah Rabu (29/4/2026).

"Sebab-musababnya sedang kami lakukan investigasi bersama pihak-pihak terkait juga.

"Apalagi kan mungkin kami dengan beliau [mendiang Nur Ainia] pernah ketemu juga mungkin, karena kan sering KompasTV melakukan liputan. Dan kita juga sering berkunjung ke KompasTV. Jadi mohon maaf ya, Pak."

Sembari terbata-bata, Bobby juga menegaskan, bahwa duka keluarga korban juga duka bagi keluarga besar PT KAI (Persero).

"Ini duka kami juga Pak, keluarga kereta api, perusahaan negara sangat berduka sekali," tutur Bobby.

Dalam Foto: Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI) Bobby Rasyidin pun mengunjungi rumah duka Nur Ainia dan bertemu langsung dengan ayah mendiang, Hary Marwata, Rabu (29/4/2026) sore.
Dalam Foto: Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI) Bobby Rasyidin pun mengunjungi rumah duka Nur Ainia dan bertemu langsung dengan ayah mendiang, Hary Marwata, Rabu (29/4/2026) sore. (Tangkap layar YouTube KompasTV)

Bobby lantas menambahkan, kecelakaan ini menjadi bagian dari tanggung jawabnya selaku pucuk pimpinan PT KAI (Persero).

Mantan Direktur Utama PT Len Industri itu juga menyatakan, investigasi mendetail akan dilakukan, berkaitan dengan persoalan teknis maupun non teknis, hingga mengusut apakah ada masalah teknis, kesalahan manusia, atau masalah lainnya yang menjadi penyebab kecelakaan.

Ia juga mengatakan, akan menyampaikan hasil investigasi kepada keluarga korban.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved