Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Dialog Presiden Prabowo dan KSPI Bahas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Presiden Prabowo dialog dengan jajaran Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh selama 1,5 jam pada Selasa (28/4/2026).
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo dialog dengan jajaran Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh selama 1,5 jam pada Selasa (28/4/2026).
- Selama itu, sejumlah isu dibahas termasuk kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
- KSPI dan Partai Buruh meminta PT KAI tidak hanya meminta maaf, tetapi juga melakukan investigasi menyeluruh dan menerapkan standar K3 secara serius
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berdialog dengan jajaran Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh selama 1,5 jam pada Selasa (28/4/2026).
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan pihaknya mendiskusikan sejumlah isu, termasuk kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
"KSPI dan Partai Buruh meminta PT KAI tidak hanya meminta maaf, tetapi juga melakukan investigasi menyeluruh dan menerapkan standar K3 secara serius," kata Said Iqbal dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
"Harus diperiksa apakah penyebabnya sinyal, human error, kelalaian, atau faktor lain,” sambungnya.
Said Iqbal juga menegaskan, transportasi adalah bagian dari sektor industri yang wajib menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Oleh sebab itu, standar K3 tidak hanya berlaku di pabrik.
Namun juga di transportasi publik, termasuk kereta api, bus, kapal laut, dan transportasi udara.
Baca juga: Aksi Kamisan Bekasi: Seruan Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Dalam pertemuan tersebut, Said Iqbal menyebut Prabowo juga menyampaikan rencana pembangunan underpass dan flyover di sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api.
“Kami mendukung rencana Presiden Prabowo membangun underpass dan flyover di 1.800 titik perlintasan kereta api," tutur Said Iqbal.
"Ini langkah penting untuk melindungi rakyat, termasuk buruh yang setiap hari menggunakan transportasi publik,” pungkasnya.
Update Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Vs KRL: 16 Tewas, 46 Orang Masih Dirawat
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto memberikan update informasi terkait jumlah korban akibat kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) kemarin.
Menurut Kombes Budi, hingga Rabu (29/4/2026) pukul 11.00 WIB, tercatat total korban mencapai 106 orang.
Terdiri dari korban luka-luka sebanyak 90 orang, sementara 44 orang di antaranya telah menjalani perawatan dan diperbolehkan pulang.
Sementara itu, sebanyak 46 korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Untuk korban meninggal, sebelumnya tercatat ada 15 orang, hari ini bertambah satu menjadi 16 orang.
Korban diketahui berjenis kelamin perempuan dan berusia 25 tahun. Ia meninggal setelah menjalani perawatan di RSUD Bekasi.
Budi berharap ke depannya korban meninggal akibat kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL ini tidak bertambah lagi.
"Update data terkini ya terkait tentang pasien. Kami terima hari ini per 29 April 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Korban total adalah 106 orang di mana korban luka 90 orang ya. 44 pasien sudah pulang ke rumah. 46 pasien sedang melaksanakan observasi. Meninggal dunia 16 orang."
"Jadi data yang kita dapat sampai dengan siang ini, (data) baru, meninggal dunia satu orang pasien di Rumah Sakit RSUD Bekasi, perempuan, usia lebih kurang 25 tahun."
"Nah, semoga tidak ada penambahan dalam korban yang meninggal dunia ya. Kita sama-sama berharap tentang kondisi itu," kata Budi dalam tayangan Program 'Kompas Siang' Kompas TV, Rabu (29/4/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kecelakaan-KRL-PLB-5568A-CL-KPBCKR.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.