Hari Buruh
May Day 2026: 400 Ribu Buruh Kumpul di Monas, ke Mana Agenda Presiden Prabowo Hari ini?
400 ribu buruh ramaikan May Day 2026 di Monas, akankah Presiden Prabowo ikut bergabung bersama buruh dan ojol untuk rayakan Hari Buruh ?
Ringkasan Berita:
- Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 dipusatkan di Monas, Jakpus.
- Kemana Presiden Prabowo Subianto? Akankah Prabowo bergabung dengan kaum buruh merayakan May Day?
- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memastikan Prabowo bakal hadir bersama buruh sejak pagi hari di Monas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 akan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026) hari ini.
Nantinya sebanyak 400 ribu orang, terdiri dari sekitar 200 ribu buruh serta tambahan massa dari kalangan ojek online (ojol) bakal menggeruduk Monas.
Lantas kemana agenda Presiden Prabowo Subianto saat May Day tahun ini?
Akankah Prabowo ikut bergabung ke Monas merayakan May Day 2026 bersama buruh?
Ataukan Prabowo punya kegiatan lain di luar Istana Kepresidenan Jakarta yang letaknya hanya di sebrang Monas?
Kompak pihak Istana dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memastikan orang nomor satu di Indonesia itu bakal hadir merayakan May Day bersama buruh di Monas.
Presiden Prabowo Hadir di Monas Pukul 08.00 WIB
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkapkan, peringatan May Day 2026 ini akan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto.
"May Day akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Jam 8 pagi akan dilaksanakan di Monas," ujarnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).
Baca juga: 200 Ribu Buruh Diprediksi ke Monas Besok, Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalin
Massa, lanjut Andi Gani, akan mulai berkumpul pada pukul 07.00 WIB di Silang Monas.
Ia menyebut 99 persen konfederasi buruh akan hadir dalam perayaan tersebut.
Meskipun demikian, Andi Gani menyatakan penghormatan terhadap serikat pekerja yang memilih menggelar kegiatan di lokasi lain.
"Kalaupun ada kawan-kawan yang melaksanakan kegiatan lain di luar Monas, kami tetap menghormati dan menghargai sikap tersebut. Tetapi tentu tidak mengurangi hakikat persatuan dan kesatuan buruh," tuturnya.