Selasa, 5 Mei 2026

Haji 2026

Hari Tasyrik Terjadi Berapa Hari? Simak Penjelasan Beserta Amalan Sunnahnya

Ketika hari tasyrik umat muslim dilarang berpuasa, berikut penjelasan, lengkap dengan amalan sunnah yang bisa dikerjakan.

Tayang:
Surya/Ahmad Zaimul Haq
ILUSTRASI - Jemaah berdoa di Masjidil Haram, Mekah, Senin (22/12/2025). Berikut penjelasan tentang berapa lama Hari Tasyrik terjadi, lengkap dengan penjelasannya. 

Pertama, dinamakan tasyrik dikarenakan waktu tersebut adalah hari di mana umat Islam menjemur daging qurban mereka untuk dibuat dendeng.

Pendapat tersebut disandarkan pada masa Rasulullah SAW belum adanya teknologi pendingin seperti kulkas. Alhasil, masyarakat kala itu menyimpan daging dengan waktu lama dengan cara dijemur.

Langkah ini dilakukan agar daging qurban yang melimpah saat Idul Adha dapat disimpan dalam jangka panjang dan bisa menjadi cadangan makanan untuk dikonsumsi.

Baca juga: Hari ke-14 Haji 2026: 211 Kloter dengan 81 Ribu Jemaah Diberangkatkan, 52 Kloter Tiba di Makkah

Kedua, pelaksanaan ritual qurban dilakukan setelah matahari terbit.

Telah disebutkan sebelumnya, pada hari Tasyrik setiap muslim diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah apapun kecuali berpuasa. 

Larangan puasa di hari Tasyrik disebabkan waktu tersebut sangat dianjurkan untuk menikmati berbagai hidangan dan olahan dari daging qurban.

Dalam Haditsnya Rasulullah pernah mengabarkan terkait larangan ini sebagai berikut:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَا لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ

“Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma, keduanya berkata: “Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan qurban ketika menunaikan haji.” (HR. Bukhari, no. 1859).

Pada kesempatan lain hari Tasyrik juga disebut juga dengan hari untuk makan dan minum. Rasulullah bersabda:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ يَوْمَ عَرَفَةَ وَيَوْمَ النَّحْرِ وَأَيَّامَ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah, bersabda: “Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum.” (HR. An-Nasa’i, no. 2954)

Pada hari Tasyrik juga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah seperti berdzikir, berdoa, serta menyembelih hewan qurban . Perintah untuk berqurban tersebut termaktub dalam surat al-Kautsar ayat 2 berikut:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
“Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurban lah!”.

Hari tasyrik ini juga memiliki keutamaan atau momen istimewa untuk ibadah yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas ra.

Artinya: “Dari sahabat Ibnu Abbas ra., dari Nabi Muhammad saw, ia bersabda, ‘Tidak ada amal pada hari-hari ini yang lebih utama daripadanya di hari-hari ini,’” (HR Bukhari).

Baca juga: Mengapa Dilarang Puasa di Hari Tasyrik seusai Idul Adha? Simak Juga Batas Waktu hingga Amalannya

Amalan Sunnah yang Bisa Dikerjakan saat Hari Tasyrik

Saat hari tasyrik tiba umat muslim memang dilarang berpuasa, namun umat muslim dianjurkan untuk tetap memperbanyak amalan sunah.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved