Aktivis KontraS Disiram Air Keras
Sidang Kasus Andrie Yunus, Soleman Ponto Bongkar 7 Unsur Penting Operasi Intelijen Resmi
Operasi intelijen strategis tidak dibangun atas kemarahan pribadi, kata Ponto, melainkan atas kalkulasi kepentingan negara.
Setiap menurutnya operasi harus diketahui dalam rantai pengendalian tertentu sesuai tingkat sensitivitasnya.
"Bahkan dalam operasi tertutup sekalipun, tetap terdapat mekanisme kendali internal karena operasi intelijen menyangkut risiko politik, diplomatik, hukum, dan keamanan negara," ungkap dia.
Ketiga, adanya perencanaan operasi.
Dia menjelaskan operasi intelijen strategis tidak dilakukan secara kasar atau tidak terkendali.
Sebelum pelaksanaan, kata dia, biasanya dilakukan pengumpulan data, analisa target, pengukuran risiko, simulasi dampak, penyiapan jalur komunikasi, jalur evakuasi, pengamanan personel, pengamanan identitas, hingga pengendalian pasca operasi.
"Dengan kata lain, operasi intelijen militer modern bekerja berdasarkan perhitungan yang matang, bukan berdasarkan tindakan emosional sesaat," imbuhnya.
Keempat, adanya prinsip keberhasilan operasi dengan risiko minimal.
Dalam doktrin intelijen militer, keberhasilan operasi diukur bukan hanya dari tercapainya sasaran, tapi juga dari kemampuan mengendalikan dampak hukum, politik, media, dan keamanan.
Karena itu, ungkap dia, operasi intelijen strategis justru cenderung menghindari tindakan yang mudah membuka identitas pelaku, menimbulkan kegaduhan publik, atau menciptakan jejak hukum yang mudah ditelusuri.
Ia menambahkan BAIS TNI merupakan institusi intelijen strategis tingkat tertinggi di TNI.
Personel yang bekerja di lingkungan tersebut, lanjut dia, pada umumnya dibentuk melalui disiplin ketat, pengendalian emosi, kepatuhan komando, kemampuan analisis, serta kemampuan menjaga kerahasiaan operasi.
Semakin tinggi standar satuan intelijen, kata dia, maka semakin tinggi pula tuntutan profesionalisme dan pengendalian diri personelnya.
"Karena itu, apabila terdapat tindakan yang dilakukan secara terbuka, emosional, tidak terkendali, tanpa pola pengamanan operasi, tanpa mekanisme pelolosan, tanpa struktur komando yang jelas, serta tanpa tujuan strategis negara yang dapat diidentifikasi, maka hal tersebut secara akademik dan doktrinal lebih dekat dikategorikan sebagai tindakan individual daripada operasi intelijen resmi," ungkapnya.
Dalam dunia intelijen, jelas dia, terdapat prinsip penting bahwa intelijen adalah alat negara, bukan alat emosi.
Baca juga: Kepala BAIS TNI Mundur Buntut Kasus Andrie Yunus, Haris Azhar: Harusnya Dia Jadi Target Pemeriksaan
Operasi intelijen strategis tidak dibangun atas kemarahan pribadi, kata Ponto, melainkan atas kalkulasi kepentingan negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/soleman-bersaksiiiii.jpg)