Minggu, 10 Mei 2026

KemenHAM: Kebebasan Pers adalah Hak Asasi

Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Thomas Harming Suwarta menegaskan kebebasan pers merupakan hak asasi. 

Tayang:
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Istimewa
KEBEBASAN PERS - Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat, Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya, Staf Khusus Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media Thomas Harming Suwarta saat membuka Fun Walk dalam rangka World Press Freedom Day, Minggu (9/5/2026) di Jakarta. Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Thomas Harming Suwarta menegaskan kebebasan pers merupakan hak asasi. 

Ringkasan Berita:
  • KemenHAM menegaskan kebebasan pers merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dihormati dan dilindungi negara.
  • Staf Khusus Menteri HAM, Thomas Suwarta, mengatakan pemerintah dan masyarakat bersama-sama mendorong ekosistem pers yang bebas, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.
  • Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menilai peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 momentum memperkuat komitmen insan pers terhadap objektivitas, profesionalitas, dan etika jurnalistik.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Thomas Harming Suwarta menegaskan kebebasan pers merupakan hak asasi. 

Negara pun memiliki kewajiban untuk memastikan penghormatan, pelindungan, penegakan, pemajuan dan pemenuhannya. 

Baca juga: Nurul Arifin Soal Uji Materi UU PDP: Perlindungan Data Pribadi Jangan Menggerus Kebebasan Pers

Hal tersebut disampaikan Thomas saat mengikuti fun walk bersama insan media dan masyarakat dalam rangka peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

"Kebebasan pers sejatinya adalah Hak Asasi karena itu kita bersama-sama baik pemerintah maupun masyarakat ikut terus mendorong ekosistem pers yang bebas, independen dan tetap menjadi suar kepentingan publik dan tentunya juga mendorong pemajuan Hak Asasi Manusia dan Demokrasi di Indonesia," kata Thomas. 

Menurut Thomas saat ini kebebasan pers di Indonesia semakin membaik, di tengah situasi terjadi ledakan informasi yang luar biasa dalam berbagi platform.

 

 

Dalam situasi itu menurut dia, media pers harus memastikan peningkatan kualitas. 

"Media arus utama yang telah sekian lama bekerja dengan standar jurnalistik yang ketat kita harapkan terus bertumbuh dengan kualitas yang makin membaik. Bahwa ada banyak muncul media dengan bentuk baru yang tidak bisa kita hindari menjadi pendorong agar pers kita terus meningkatkan kualitas," lanjutnya.

Thomas menegaskan Kementerian HAM memiliki komitmen kuat untuk memastikan kebebasan pers di Indonesia terus bertumbuh.

Media Pers yang bebas, sehat dan berkualitas kata Thomas tumbuh dalam ekosistem penghormatan Hak Asasi Manusia. 

"Kalau HAM kita semakin baik maka otomatis kebebasan pers kita juga semakin baik. Pemerintahan Presiden Prabowo yang memberi ruang penting bagi pembangunan HAM sudah otomatis memberi ruang kebebasan pers. Hal itu tidak perlu diragukan lagi," tegas Thomas.

Dalam kerangka itu, KemenHAM ikut melibatkan jurnalis di seluruh Indonesia untuk ikut terlibat aktif dalam agenda bersama Pembangunan Hak Asasi Manusia. 

"Pengarusutamaan HAM di Indonesia butuh pelibatan jurnalis dan media pers. KemenHAM membuka ruang itu secara lebar. Dalam waktu dekat kami akan menggelar Kelas Khusus HAM untuk para jurnalis. Selain untuk membantu literasi HAM untuk jurnalis juga dalam kerangka memastikan pelindungan HAM para jurnalis," pungkas Thomas. 

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengatakan kegiatan fun walk bersama insan pers menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga prinsip-prinsip jurnalistik.

"Fun walk kawan-kawan pers bersama Dewan Pers ini bagi kami memberikan satu suasana kebatinan, kehangatan, keakraban, dan juga sebuah komitmen bahwa pers semakin eksis mempertahankan prinsip pers, objektivitas, profesionalitas, dan juga etika," kata Komaruddin.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved