Senin, 11 Mei 2026

Kemendikdasmen Targetkan Distribusi Kebutuhan 498 Ribu Guru Nasional Tuntas pada 2026

Pemerintah targetkan seluruh kebutuhan guru nasional dapat dipenuhi pada 2026, kini pemerintah masih menghitung kebutuhan formasi guru nasional

Tayang:
TribunFlores.com/ARNOLDUS WELIANTO
JALAN KAKI - Yustina Yuniarti Guru honorer yang mengajar di Kelas V (Lima) di SDK Wukur, Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) digaji 150 ribu perbulan, berjalan kaki kurang lebih 6 kilometer menuju sekolah. Pemerintah menargetkan seluruh kebutuhan guru nasional dapat dipenuhi pada 2026, saat ini pemerintah masih menghitung kebutuhan formasi guru nasional. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah menargetkan seluruh kebutuhan guru nasional dapat dipenuhi pada 2026.
  • Saat ini pemerintah masih menghitung kebutuhan formasi guru nasional bersama Kementerian PAN-RB.
  • Sebelum penambahan formasi dilakukan, pemerintah daerah diminta terlebih dahulu melakukan redistribusi guru.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan Pemerintah menargetkan seluruh kebutuhan guru nasional dapat dipenuhi pada 2026.

Menurut Nunuk, pemerintah saat ini masih menghitung kebutuhan formasi guru nasional bersama Kementerian PAN-RB.

Dirinya meminta sebelum penambahan formasi dilakukan, pemerintah daerah diminta terlebih dahulu melakukan redistribusi guru.

"Yang dilakukan adalah penetapan formasi. Lalu pertanyaannya, ya seharusnya kita saat ini sedang menghitung. Yang dihitung formasinya itu begini. Yang pertama dilakukan, ini arahan Bu Menpan pada saat Rakortas dulu, redistribusi dulu," kata Nunuk dalam Taklimat Media di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Dirinya mengatakan secara nasional kebutuhan guru saat ini mencapai sekitar 498 ribu orang.

Meski begitu, Nunuk mengatakan angka tersebut masih harus dihitung ulang setelah proses redistribusi guru antarsekolah dilakukan.

"Jadi kalau kita sekarang secara kebutuhan guru, kalau data kita 498 ribu, tetapi ini harus diredistribusi dulu. Itu arahan dari Bu Menpan. Ada sekolah-sekolah yang gurunya masih berlebih," ujarnya.

Baca juga: Cerita Guru SD di Lombok Timur soal Meninggalnya Murid Kelas 1 SD setelah Tiru Freestyle di Game

Nunuk menjelaskan redistribusi diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran kebutuhan guru yang riil di setiap daerah.

Dirinya mengatakan masih terdapat sekolah yang kelebihan guru sementara sekolah lain mengalami kekurangan tenaga pendidik.

Ia mengatakan data kebutuhan guru dapat dilihat melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), termasuk jumlah rombongan belajar kosong dan kebutuhan guru di masing-masing sekolah.

"Nah, harapan kami tahun 2026 ini semua kebutuhan guru itu bisa dipenuhi formasinya, sehingga tahun depan kita tinggal mengusulkan guru-guru yang pensiun," kata Nunuk.

Baca juga: Kemendikdasmen Pastikan Tak Ada Praktik Jual Kursi pada SPMB 2026, Pelaku Akan Ditindak

Menurut dia, jika seluruh kebutuhan guru saat ini dapat dipenuhi, maka pemerintah pada tahun-tahun berikutnya hanya perlu mengganti guru yang memasuki masa pensiun.

"Kita rata-rata guru pensiun itu di angka 70-an ribu. Jadi kalau sekarang ini kita penuhi semua, maka tahun depan tinggal 70 ribu, 70 ribu, 70 ribu. Itu tidak berat," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved