Ijazah Jokowi
'Tim Pemburu Ijazah Palsu Jokowi' Datangi Bareskrim, Desak Usut Dugaan Keterkaitan Pasar Pramuka
Tim Pemburu Ijazah Palsu Jokowi datangi Bareskrim, minta polisi usut dugaan keterkaitan Pasar Pramuka, rombongan dipimpin oleh Rizal Fadillah
Ringkasan Berita:
- Tim Pemburu Ijazah Palsu Jokowi mendatangi Bareskrim Polri
- Mereka meminta polisi mengusut dugaan keterkaitan Pasar Pramuka dengan ijazah Jokowi
- Rizal Fadillah dan Rustam Effendy juga menyoroti nama Pratikno hingga Eko Sulistio.
TRIBUNNEWS.COM — Sejumlah orang yang menamakan diri sebagai “Tim Pemburu Ijazah Palsu Joko Widodo” mendatangi Bareskrim Polri pada Rabu (13/5/2026) untuk menyampaikan pengaduan masyarakat (dumas) terkait dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Rombongan dipimpin Rizal Fadillah dan turut dihadiri Rustam Effendy, Heru Purwanto, hingga Kurnia Tri Royani. Beberapa di antara merupakan merupakan tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik Jokowi di Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, kelompok tersebut juga pernah melaporkan perkara serupa dengan mengatasnamakan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).
Dalam keterangannya, Rizal Fadillah meminta Bareskrim Polri aktif melakukan penyelidikan hingga penyidikan atas dugaan tersebut.
Ia menyebut pengaduan itu disampaikan agar polisi menindaklanjuti berbagai informasi yang selama ini beredar mengenai dugaan ijazah palsu Jokowi yang dikaitkan dengan Pasar Pramuka, Jakarta.
“Intinya Bareskrim harus melakukan penyelidikan bahkan sampai penyidikan dalam konteks kemungkinan ijazah Joko Widodo itu dibuat palsu dan dibuat di Pasar Pramuka,” kata Rizal, dikutip dalam tayangan live streaming YouTube Refly Harun, Rabu siang.
Rizal kemudian membacakan poin-poin pengaduan yang mereka serahkan ke Bareskrim.
Dia menyebut aktivis PDIP Beathor Suryadi sebagai sosok yang pertama kali mengaitkan dugaan ijazah Jokowi dengan Pasar Pramuka.
Menurut Rizal, Beathor menduga ada keterkaitan antara pembuatan ijazah palsu dengan proses pencalonan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012.
Dalam dokumen pengaduan itu turut disebut sejumlah nama yang dianggap mengetahui atau mencurigai adanya kejanggalan ijazah Jokowi, antara lain Andi Widjajanto, Prasetyo, Edi Marsudi, Syarif, Indra, Dani Iskandar, Anggit, David Widodo, hingga Juri Adrianto.
Baca juga: Polda Metro Segera Putuskan Status Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Ijazah Jokowi
Selain itu, Rizal juga mengutip pernyataan purnawirawan Sri Rajasa Candra yang dalam sebuah wawancara menyebut dugaan keterkaitan mantan Wakil Menteri Desa Paiman Raharjo dengan kios percetakan di Pasar Pramuka.
Sri Rajasa disebut mengklaim ada sekitar 10 saksi yang dapat dihadirkan terkait dugaan tersebut.
Rizal turut menyinggung kasus penggerebekan delapan pembuat dokumen palsu di Pasar Pramuka pada 2015 yang saat itu ditangani Polda Metro Jaya di bawah kepemimpinan Tito Karnavian. Menurut dia, perkara tersebut perlu ditelusuri ulang.
“Karenanya pihak Bareskrim harus menyelidiki ulang, jangan-jangan di antara para pembuat itu membuat ijazah palsu Joko Widodo,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Rizal-Fadillah-tengah-dan-rombongan-mengatasnamakan-Tim-Pemburu-Ijazah-Palsu-Jokowi.jpg)