Jumat, 15 Mei 2026

Great Institute Respons Kritik LPEM UI soal Data BPS: Jangan Dibaca Secara Linier

LPEM UI menyoroti dugaan inkonsistensi data PDB Triwulan I-2026 karena manufaktur tumbuh 5,04 persen.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
PERTUMBUHAN EKONOMI - Peneliti Ekonomi GREAT Institute Adhamaski Pangeran bicara soal data pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 disorot Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI. 

Ia juga menyoroti peran captive power atau pembangkit listrik mandiri yang digunakan industri smelter, khususnya smelter nikel, yang kini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan manufaktur nasional.

“Pertumbuhan manufaktur tidak sepenuhnya bergantung pada listrik yang disalurkan PLN maupun IPP. Karena itu hubungan antara kontraksi sektor listrik dan pertumbuhan manufaktur tidak dapat dibaca secara linier,” katanya.

Tak hanya soal listrik, LPEM UI juga menyoroti lonjakan perubahan inventori pada Triwulan I-2026 yang dinilai terlalu besar dan diduga lebih mencerminkan residual statistik dibanding aktivitas ekonomi riil.

Menanggapi hal itu, Adhamaski mengatakan peningkatan inventori masih dapat dijelaskan secara ekonomi, terutama akibat naiknya stok beras nasional menjelang panen raya serta penurunan ekspor sektor pertambangan akibat gejolak ekonomi global.

Baca juga: Bangga Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Menkeu RI Purbaya: Pastikan Pemerintah Belanja dengan Betul

“Sebagian hasil produksi tertahan sebagai inventori sehingga tidak bisa langsung dianggap sebagai residual statistik,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved