Cerdas Cermat 4 Pilar MPR
SMAN 1 Sambas Hormati Putusan MPR soal Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, tapi Tolak Ada Tanding Ulang
SMAN 1 Sambas menolak adanya tanding ulang. Sekolah merasa sudah mengikuti segala aturan yang ditetapkan oleh panitian dan disepakati bersama.
Syafaruddin mengeklaim adanya tuduhan hingga narasi tidak benar yang tidak hanya ditujukan kepada SMAN 1 Sambas sebagai institusi pendidikan tetapi juga individu di dalamnya seperti guru, staf, hingga alumni.
Dia menyebut pihak-pihak yang dimaksud tersebut mengalami tekanan psikologis.
"Mengecam munculnya berbagai bentuk opini, narasi, tuduhan, maupun tindakan di media sosial yang menyerang sekolah, dewan guru beserta TU, murid, dan bahkan ke alumni."
"Tindakan ini telah mencemarkan nama baik SMAN 1 Sambas, menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak serta memperkeruh suasana," jelas Syafaruddin.
Alhasil, Syafaruddin mendesak agar penyelenggara memulihkan nama baik SMAN 1 Sambas dan menjamin keamanan bagi peserta sebelum terbang ke Jakarta untuk mengikuti LCC Empat Pilar tingkat nasional.
"Kami mendesak pihak penyelenggara untuk memulihkan kembali nama baik SMAN 1 Sambas dan memberikan jaminan keamanan terkait kondisi psikis murid sebelum kami mewakili Kalbar pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026 di tingkat nasional," pungkasnya.
Baca juga: 8 Poin Sikap SMAN 1 Pontianak soal LCC 4 Pilar: Tak Akan Ikut Tanding Ulang, Hormati Hasil Lomba
SMAN 1 Pontianak Tak Ikut Tanding Ulang, Protes Bukan untuk Anulir Hasil
Sebelumnya, Kepala Sekola SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan mengikuti tanding ulang LCC Empat Pilar tingkat Kalbar yang telah diputuskan oleh MPR.
"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," kata Indang dikutip dari akun Instagram resmi SMAN 1 Pontianak.
Ia menegaskan protes yang diajukan semata-mata demi transparansi terkait keputusan dari juri.
Selain itu, sekolah juga menegaskan protes bukan untuk menganulir hasil dari kompetisi atau menyerang kredibilitas dari penyelenggara.
"SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, obyektif, dan akuntabel," ujarnya.
"Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan," sambungnya.
Lebih lanjut, SMAN 1 Pontianak meminta maaf kepada masyarakat terkait viralnya perisitwa dalam LCC Empat Pilar.
Pihak sekolah meminta kepada seluruh pihak untuk menyikapi permasalahan ini dengan tetap menjunjung nilai-nilai persatuan.
Pada akhir pernyataannya, SMAN 1 Pontianak mengisyaratkan tetap akan mengikuti LCC Empat Pilar MPR tahun 2027 meski ada polemik ini.