Sabtu, 16 Mei 2026

HUT ke-84, Jusuf Kalla: Saya saat Ini Masih Urus Perdamaian Dua Negara

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengungkap dirinya masih terlibat dalam upaya perdamaian konflik di dua negara.

Tayang:
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
HUT JK - Suasana Tasyakuran Milad ke-84 Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (16/04/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengungkap bahwa dirinya masih aktif terlibat dalam upaya perdamaian konflik di dua negara.
  • Pernyataan itu disampaikan saat acara ulang tahunnya yang ke-84 di Jakarta Selatan, Sabtu (15/5/2026). 
  • JK menekankan bahwa proses perdamaian dilakukan secara tertutup dan tidak boleh dipublikasikan terlalu cepat, dengan prinsip baru bisa diumumkan jika sudah mencapai sekitar 80 persen keberhasilan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengungkap dirinya masih terlibat dalam upaya perdamaian konflik di dua negara.

Hal itu disampaikan JK saat memberi sambutan dalam acara ulang tahunnya yang ke-84 di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (15/5/2026).

JK mengatakan upaya perdamaian tersebut dilakukan secara tertutup dan tidak boleh terlalu cepat dipublikasikan ke publik.

“ Kami sekarang masih urus ada dua negara untuk bagaimana dia damai, tapi prinsip saya perdamaian itu tidak boleh diumbar. Tidak boleh dipublikasikan sebelum mencapai 80 persen,” kata JK.

Menurut dia, pendekatan diplomasi senyap merupakan metode yang selama ini ia gunakan dalam berbagai konflik, termasuk saat membantu proses perdamaian Aceh.

“Dulu Aceh begitu, tidak ada yang tahu bahwa ada pertemuan di Helsinki sampai selesai,” ujarnya.

JK mengatakan keterlibatannya dalam proses perdamaian itu bukan atas inisiatif pribadi. 

Ia mengaku diminta langsung oleh pihak-pihak terkait untuk membantu penyelesaian konflik.

Meski begitu, JK mengakui upaya perdamaian kerap dikaitkan dengan persoalan politik sehingga menjadi tantangan tersendiri.

“Cuma kadang-kadang, tanpa terasa dikaitkan dengan politik, ini masalahnya. Kita jalani juga,” katanya.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional seperti Anies Baswedan, Rachmat Gobel, Komaruddin Hidayat, Sudirman Said, hingga Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia.

Dalam acara tersebut, JK juga membagikan empat buku yang mengulas perjalanan hidup dan kiprahnya, yakni Hentikan Konflik: 7 Kunci Sukses Perdamaian Jusuf Kalla, Kepemimpinan Idiosinkratik Jusuf Kalla, JK Dalam Pusaran Algoritma dan Jejak Kemanusiaan Jusuf Kalla.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved